Advertisement
Peristiwa Daerah

Bebas BABS 100 Persen, Sidoarjo Raih Predikat Kabupaten STBM 5 Pilar dari Kemenkes

Kabupaten Sidoarjo meraih predikat STBM 5 Pilar dari Kemenkes setelah mencatatkan 100 persen bebas BABS dan peningkatan kesadaran sanitasi masyarakat.

TIMES Indonesia,
Bebas BABS 100 Persen, Sidoarjo Raih Predikat Kabupaten STBM 5 Pilar dari Kemenkes
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes, drg. Sulvy Dwi Anggraini (dua dari kanan) menyampaikan hasil verifikas penilaian STMB 5 Pilar di Pendopo Delta Wibawa. (Foto: Dok. Kominfo)
A-AA+

SIDOARJO Perubahan perilaku masyarakat menjadi modal utama Kabupaten Sidoarjo meraih predikat Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Indikator utama capaian ini adalah penghentian total praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) yang kini telah mencapai 100 persen di seluruh kepala keluarga.

Capaian tersebut diraih setelah tim verifikasi lapangan Kemenkes melakukan penilaian di 12 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Hasil penilaian mengantarkan Sidoarjo sebagai daerah kelima dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil menyandang status STBM 5 Pilar.

Advertisement

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes, drg. Sulvy Dwi Anggraini, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menunjukkan pengelolaan sanitasi di Sidoarjo tidak lagi bergantung pada program pemerintah semata, melainkan didorong oleh kesadaran masyarakat.

"Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa," ujar Sulvy saat menyampaikan hasil verifikasi di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (23/7/2026).

Capaian Indikator Sanitasi dan Komitmen Pemkab Sidoarjo

Selain bebas dari praktik BABS, hasil verifikasi mencatat 97 persen kepala keluarga di Sidoarjo telah terbiasa mencuci tangan memakai sabun.

Selanjutnya, sebanyak 89 persen keluarga telah mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, 83 persen mengelola sampah rumah tangga dengan baik, serta 72 persen telah menerapkan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.

Menurut Sulvy, capaian tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang dibangun secara konsisten melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan partisipasi aktif warga.

Advertisement

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa predikat STBM 5 Pilar merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen. Menurutnya, penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pijakan untuk menjaga budaya hidup bersih secara berkelanjutan.

"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sejahtera," kata Subandi.

Ia juga menginstruksikan para camat, kepala desa, lurah, hingga jajaran puskesmas untuk terus mengawal penerapan perilaku hidup bersih di wilayah masing-masing.

"Sebagai daerah berkepadatan penduduk tinggi, menjaga kualitas sanitasi membutuhkan komitmen berkesinambungan. Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya berhenti setelah meraih penghargaan, tetapi kolaborasi ini harus terus dijaga agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia