Advertisement
Peristiwa Daerah

Wamenkes Ingin Program Kesehatan Home Care di Jember jadi Percontohan

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus, mengapresiasi program kesehatan Home Care di Jember.

TIMES Indonesia,
Wamenkes Ingin Program Kesehatan Home Care di Jember jadi Percontohan
Wamenkes Benjamin saat menyerahkan kontak mobil Homecare ke Kapuskesmas Sumberbaru. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

JEMBER Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus, mengapresiasi program kesehatan Home Care di Jember.

Benjamin menilai program tersebut sebagai terobosan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Advertisement

Dia mengungkapkan bahwa kekagumannya muncul karena wilayah Kabupaten Jember yang sangat luas sering kali menjadi kendala warga dalam mengakses fasilitas kesehatan, meskipun cakupan jaminan kesehatan (universal health coverage) sudah terpenuhi.

"Layanan kesehatan dibilang bagus itu kalau dekat. Lokasi Jember ini sangat luas. Pak bupati melihat masyarakat yang tidak mampu tidak punya uang transportasi ke sarana kesehatan. Maka beliau membuat terobosan Home Care, yang sakit didatangi, yang tidak mampu dijemput," kata Benjamin dalam peluncuran program Home Care di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026).

Layanan ini diproyeksikan menjadi proyek percontohan di 27 lokasi.

Apabila terbukti sukses, Kemenkes membuka peluang untuk menjadikan program Home Care ala Pemkab Jember ini sebagai program nasional guna membantu daerah-daerah berwilayah luas lainnya.

Selain mengapresiasi Home Care, Benjamin juga menyoroti pentingnya langkah luar biasa dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TB), di mana Indonesia saat ini menempati peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement

"Strategi yang dijalankan tahun ini tidak hanya mengobati pasien yang sakit, tetapi juga melakukan deteksi dini terhadap orang-orang di sekitar penderita, yakni skrining masif dengan dilakukan uji CKG dan pemeriksaan X-Ray di 53.335 lokasi secara nasional. Di Kabupaten Jember mendapat jatah skrining di 228 lokasi," ungkapnya.

"Pasien terduga langsung diobati, sementara kontak erat yang sehat diberikan obat pencegahan agar kuman TB tidak berkembang di kemudian hari," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa peluncuran program Home Care ini merupakan wujud nyata dalam merealisasikan keadilan sosial bagi seluruh warga Jember.

"Prinsipnya, kalau keluarga mampu bisa punya dokter keluarga atau dokter pribadi, kami berikhtiar agar keluarga tidak mampu dan warga miskin juga berhak memiliki dokter pribadi. Negara dan pemerintah harus hadir," tegas Fawait.

Ia menjelaskan bahwa target awal menyasar sekitar 25.000 hingga 50.000 Kartu Keluarga (KK) kurang mampu, khususnya bagi penderita penyakit kronis/berkepanjangan. 

"Sasaran program akan terus berkembang berdasarkan pendataan dan usulan warga. Warga yang membutuhkan layanan dapat mengajukan usulan melalui hotline resmi Pemkab Jember," jelas Fawait. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia