Advertisement
Peristiwa Daerah

Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Aspirasi Jateng Guyub Ditindaklanjuti, Pemprov Siapkan 56 Truk untuk Petani Tebu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan Rumah Rakyat terbuka bagi masyarakat. Pemprov menindaklanjuti aspirasi Jateng Guyub, termasuk menyiapkan 56 truk angkutan tebu untuk petani Blora.

TIMES Indonesia,
Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Aspirasi Jateng Guyub Ditindaklanjuti, Pemprov Siapkan 56 Truk untuk Petani Tebu
Ahmad Luthfi saat menerima perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Jateng Guyub di Kantor Rumah Rakyat, Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).
A-AA+

Semarang Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Rumah Rakyat. Salah satu tindak lanjut yang telah disiapkan adalah bantuan 56 truk angkutan tebu untuk petani di Kabupaten Blora.

Komitmen tersebut disampaikan Luthfi saat menerima perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Jateng Guyub di Kantor Rumah Rakyat, Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).

Advertisement

Menurut Luthfi, Rumah Rakyat merupakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional selama dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

"Saya senang sekali Bapak-bapak telah datang ke sini. Dari kemarin drafnya sudah disiapkan oleh Pak Asisten. Masalah tebu sudah ada penyelesaian, lingkungan hidup dan lain sebagainya. Jadi inilah wajah rumah gubernur adalah rumah rakyat," ujar Luthfi.

Ia mengapresiasi aksi Jateng Guyub yang berlangsung tertib. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara kondusif menjadi modal penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Luthfi menjelaskan, sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat mulai diproses sejak pertemuan awal dengan perwakilan Jateng Guyub pada 20 Juli 2026. Selama dirinya menjalankan agenda pemerintahan di berbagai daerah, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap menginventarisasi serta menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

"Itulah mekanisme daripada pemerintahan. Bukan one man show, bukan Superman," tegasnya.

Advertisement

Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan 56 truk angkutan tebu untuk membantu petani di Kabupaten Blora. Bantuan tersebut merupakan respons atas persoalan yang disampaikan masyarakat dan kini memasuki tahap pelaksanaan.

Selain itu, Luthfi kembali mengingatkan seluruh SMA negeri di Jawa Tengah agar tidak melakukan praktik titip-menitip maupun pungutan dalam proses pendidikan. Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada kepala sekolah yang melanggar.

"Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepala sekolahnya," tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan Jateng Guyub juga menyampaikan dugaan kriminalisasi terhadap warga di Kabupaten Blora.

Menanggapi hal itu, Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak memiliki kewenangan mengintervensi proses penegakan hukum. Namun, pemerintah siap memberikan pendampingan dan memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait apabila diperlukan.

"Kalau pendampingan oke. Tetapi aspek penegakan hukum itu ada di kepolisian, ada di kejaksaan, bukan di gubernuran," katanya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

"Saya sudah sampaikan, aduan yang masuk akan saya datangi," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah Iwanuddin Iskandar mengatakan seluruh masukan dari Jateng Guyub telah diterima pemerintah provinsi.

Aspirasi yang disampaikan meliputi persoalan pertambangan, pertanian, konflik agraria, dugaan kriminalisasi, infrastruktur, hingga tata niaga tebu.

"Kami telah menerima seluruh masukan masyarakat yang menurut kami sangat bagus," kata Iwan.

Ia menjelaskan, persoalan yang menjadi kewenangan Pemprov Jawa Tengah akan segera ditindaklanjuti. Adapun persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten/kota akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Menurut Iwan, Gubernur Ahmad Luthfi mengedepankan dialog sebagai pendekatan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, Rumah Rakyat akan terus dibuka sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dan warga.

Koordinator Jateng Guyub, Joko Priyanto, mengapresiasi kesediaan Gubernur Ahmad Luthfi menerima langsung aspirasi masyarakat. Ia berharap komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berlanjut untuk mengawal penyelesaian berbagai persoalan di sejumlah daerah.

Hal senada disampaikan perwakilan Jateng Guyub dari Batang, Itor. Ia berharap komitmen pemerintah diwujudkan melalui langkah nyata.

"Kita tetap masih percaya dengan sistem yang di Jateng. Saya mohon setegas-tegasnya sistem itu benar-benar dijalankan," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Bambang H Irwanto
PenulisBambang H IrwantoEditor TIMES Indonesia, bergabung di penghujung tahun 2018, berpengalaman sebagai wartawan sejak 2001.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia