Bupati Majalengka Turun Langsung, Tragedi Videotron Roboh Picu Evaluasi Reklame
Bupati Majalengka menjenguk korban tragedi videotron roboh di Cigasong dan memastikan evaluasi menyeluruh terhadap reklame demi mencegah kejadian serupa.
MAJALENGKA – Suasana duka menyelimuti RSUD Majalengka, ketika Bupati Majalengka H. Eman Suherman bersama istri dan Sekretaris Daerah datang langsung menjenguk korban tragedi robohnya videotron di Bunderan Cigasong, Jumat (24/7/2026) malam.
Kunjungan itu bukan hanya sekadar bentuk empati, tetapi juga menjadi titik awal evaluasi serius terhadap keselamatan fasilitas publik di wilayah yang dikenal sebagai 'Kota Angin'.
Bupati menegaskan bahwa peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pengendara muda tersebut menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Kabupaten Majalengka.
"Ini menjadi perhatian bagi kita semua. Majalengka dengan julukan Kota Angin, kita harus betul-betul hati-hati. Ke depan, kami akan melakukan evaluasi terhadap reklame-reklame yang masih berdiri. Dikhawatirkan kondisi serupa bisa kembali terjadi," ujar Eman Suherman dengan nada serius.
Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena angin kencang di Majalengka bukan hal baru, terutama pada periode Juli hingga September yang dikenal sebagai puncak musim angin. Pemerintah daerah, lanjutnya, selama ini telah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Memang benar, Majalengka ini Kota Angin. Dan pada bulan-bulan ini, kekuatan anginnya sedang tinggi-tingginya. Karena itu, kami selalu mengimbau masyarakat untuk waspada," tambahnya.
Menanggapi laporan warga terkait sejumlah reklame yang mulai bergoyang akibat terpaan angin, Bupati memastikan akan segera mengambil langkah konkret. Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh konstruksi reklame di wilayahnya.
"Iya, kami akan instruksikan Satpol PP untuk mengecek satu per satu. Setelah kejadian ini, kami pastikan tidak ada lagi potensi bahaya yang terabaikan," tegasnya.
Lebih lanjut, Eman mengungkapkan adanya indikasi keterlambatan dalam penanganan awal terhadap videotron yang akhirnya roboh. Berdasarkan informasi yang diterimanya, struktur tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda tidak stabil sejak pagi hari.
"Ada informasi bahwa sejak pagi sudah mulai goyang. Teman-teman sudah berupaya mencari bantuan, tetapi tampaknya ada keterlambatan. Saat saya melintas pun masih dalam proses perbaikan. Namun karena tekanan angin yang sangat kuat, struktur itu tidak mampu bertahan dan akhirnya roboh sebelum alat bantu datang," jelasnya.
Tragedi ini menjadi semakin menyentuh bagi Bupati, karena korban Wina Apriyanti (18), diketahui berasal dari wilayah yang sama dengannya. Ia pun menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan tersebut.
"Kebetulan ini menimpa saudara saya juga, satu kampung di Desa Hegarmanah, Kecamatan Banjaran. Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban,” ucapnya lirih.
Peristiwa robohnya videotron di jalur nasional dalam kota tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu kemacetan parah dari berbagai arah.
Insiden ini sekaligus membuka kembali pertanyaan besar mengenai standar keamanan konstruksi reklame di ruang publik, terutama di daerah rawan cuaca ekstrem seperti Majalengka.
Dengan langkah evaluasi yang dijanjikan pemerintah daerah, publik kini menanti tindakan nyata untuk memastikan tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


