Advertisement
Peristiwa Daerah

TMMD ke-129 Ponorogo Gunakan Sistem 'Jagul' Saat Rehab RTLH Warga

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo bersama warga merehab rumah Miseni di Desa Bulu Lor menggunakan teknik 'jagul' agar pengerjaan lebih cepat.

TIMES Indonesia,
TMMD ke-129 Ponorogo Gunakan Sistem 'Jagul' Saat Rehab RTLH Warga
TNI bersama warga mengerjakan rehab rumah Miseni di Dukuh Gupit Desa Bulu Lor yang masuk program TMMD ke-129 tahun 2026. (Foto:Humas Kodim Ponorogo)
A-AA+

PONOROGO Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo menyasar perbaikan fisik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Salah satu hunian yang disasar yakni milik Miseni (51), warga Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor.

Rumah yang semula berkondisi memprihatinkan tersebut kini mulai direhab oleh enam anggota TNI bersama masyarakat setempat. Pada Minggu (26/7/2026), Satgas TMMD dan warga bergotong royong mengerjakan pengerjaan dinding batako yang progresnya telah mencapai lebih dari separuh bangunan.

Advertisement

Teguh Santoso (53), tukang bangunan setempat, menjelaskan bahwa pengerjaan rehab rumah ini menerapkan teknik lokal yang disebut sistem 'jagul'.

"Niki griyane Miseni direhab mboten mbongkar atap. Niki dipun jagul mawi pring ori (Ini rumahnya Miseni direhab tanpa membongkar atap. Ini ditopang atau disangga pakai bambu ori)," tutur Teguh.

Teguh yang telah belasan tahun berprofesi sebagai tukang batu memaparkan keunggulan serta tantangan dari penggunaan sistem 'jagul' tersebut.

"Keuntunganipun nggih waktu nggarapipun langkung cepet. Menawi kesulitanipun nggih butuh jagul ingkang kuwat, nek mboten kuwat pengaruh ten struktur rangka atap ipun (Keuntungannya waktu pengerjaannya lebih cepat. Kalau kesulitannya butuh penopang yang kuat, kalau tidak kuat bisa mempengaruhi struktur rangka atapnya)," jelasnya.

Melalui sistem 'jagul', kerangka atap ditahan menggunakan perancah penopang selama proses pembenahan dinding berlangsung. Teknik ini dipilih karena struktur atap kayu jati rumah Miseni masih tergolong kokoh dan layak pakai.

Advertisement

Selain itu, Miseni juga berharap bentuk asli rumahnya tidak berubah, yakni mempertahankan model 'limasan' yang dinilainya lebih nyaman untuk ditempati. Pembenahan pada bagian atap nantinya hanya mencakup penggantian kasau dan reng kayu dengan material baru untuk menopang genting. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia