Advertisement
Peristiwa Daerah

Disdikbud Soroti Keracunan MBG Pertama di Kota Malang, Ada Puluhan Siswa Terdampak

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyoroti soal temuan dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pertama yang terjadi di Kota Malang.

TIMES Indonesia,
Disdikbud Soroti Keracunan MBG Pertama di Kota Malang, Ada Puluhan Siswa Terdampak
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana saat ditemui awak media. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyoroti soal temuan dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pertama yang terjadi di Kota Malang.

Disdikbud menyebut bahwa temuan awal terkait dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dialami oleh puluhan siswa SDN Kauman 1 Kota Malang.

Advertisement

Dari hasil pengecekan sementara, terdapat indikasi salah satu menu makanan basah diduga dalam kondisi basi, meski penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan instansi terkait.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana mengatakan, jumlah siswa yang sempat dilaporkan mengalami keluhan mencapai sekitar 35 anak. Namun, seluruh siswa tersebut kini dilaporkan sudah berangsur membaik. Hingga saat ini, pihaknya juga belum menerima laporan terbaru mengenai adanya siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kemarin laporannya sekitar 35 anak. Anak-anak sekarang juga sudah sehat. Sampai detik ini saya belum mendapat laporan terbaru apakah masih ada yang dirawat,” ujar Suwarjana, Senin (27/7/2026).

Pasca kejadian itu, Disdikbud langsung melakukan pengecekan ke sekolah sekaligus melakukan verifikasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut Suwarjana, selama ini pengawasan terhadap kualitas makanan MBG telah dilakukan secara ketat. Bahkan, apabila ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, pihak sekolah diminta untuk tidak membagikannya kepada siswa.

Advertisement

“Kalau ada makanan yang basi, lebih baik murid kami tidak usah makan. Tidak makan satu hari masih aman daripada berisiko,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, Disdikbud menemukan indikasi adanya salah satu menu masakan yang diduga basi. Namun, pihaknya belum dapat memastikan bagian atau unsur makanan yang menjadi penyebab karena masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait.

“Dari pengecekan kemarin memang ada salah satu masakan. Tapi ini masih simpang siur, apa yang basi dan unsur penyebabnya masih menunggu kepastian dari Dinkes dan pihak pertanian,” katanya.

Suwarjana menyebut menu yang diduga bermasalah merupakan makanan basah atau berkuah, meski bukan jenis kuah dengan volume banyak. Sementara itu, kondisi para siswa saat mengalami keluhan dilaporkan hanya mengalami lemas tanpa gejala lain yang lebih berat.

“Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyebut bahwa saat ini proses uji laboratorium masih berlangsung. 

“Kita akan umumkan hasil uji lab. Masih proses, insyallah hari ini selesai,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia