Tak Hanya Memesona, CMC di Pantai Tiga Warna Kini 5 Besar Wonderful Indonesia
Keberadaan pesisir selatan di Kabupaten Malang dikenal dengan deretan pantai yang masih asri dan eksotis. Dari sekian pantai di Malang selatan yang memikat pengunjung, terdapat Kawasan CMC di Pantai Tiga Warna Sumbermanjing Wetan.
MALANG – Keberadaan pesisir selatan di Kabupaten Malang dikenal dengan deretan pantai yang masih asri dan eksotis. Dari sekian pantai di Malang selatan yang memikat pengunjung, terdapat Kawasan CMC di Pantai Tiga Warna Sumbermanjing Wetan.
Tidak sebatas menonjolkan pesona keindahan pantai, upaya konservasi mangrove juga nyata dilakukan di Kawasan CMC Tiga Warna. CMC sendiri merupakan singkatan dari Clungup Mangrove Conservation.
Kawasan CMC Tiga Warna di Kabupaten Malang tersebut adalah destinasi ekowisata berbasis konservasi, yang juga menjadi pusat pelestarian lingkungan di pesisir selatan Kabupaten Malang.
Kiprah pengelola CMC dalam konservasi mangrove baru-baru ini mendapat atensi dari Dewan Juri Wonderful Indonesia Awards kategori Local Hero in Tourism. Dewan juri melakukan kunjungan langsung ke Kawasan CMC Tiga Warna, yang berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Kunjungan yang merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penilaian itu, dilakukan tim juri setelah salah satu peserta dari Kabupaten Malang, Lia Putrinda Anggada Mukti, berhasil masuk 5 Besar Nasional kategori Pahlawan Lokal Pariwisata.
Tim juri yang hadir terdiri dari 3 tokoh yang namanya sudah besar di dunia pariwisata. Mereka adalah Iwan Dento, penggerak dan inisiator Ekowisata Rammang-Rammang Maros, Sulawesi Selatan, Agus Jati Kumara, penggerak dan inisiator Desa Wisata Krebet Bantul, Yogyakarta, dan Madeline Sofie, Ketua Bidang SDM ASTINDO dan Juri Kampanye Sadar Wisata.
Menjaga Pesisir, Memberdayakan Ekowisata
Lia Putrinda Anggada mengungkapkan, latar belakang CMC Tiga Warna berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pesisir yang dulu gersang dan minim vegetasi.
"Melalui program konservasi mangrove, penanaman terumbu karang, dan edukasi lingkungan, kawasan pesisir di CMC Tiga Warna ini kini bertransformasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan," terangnya.
Manfaat konservasi yang dilakukan pengiat CMC Tiga Warna tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, melainkan juga memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Warga di kawasan setempat kini juga terlibat sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, atau pelaku UMKM berbasis ekowisata.
"Kami ingin membuktikan, konservasi itu tidak hanya untuk alam, tapi juga untuk kesejahteraan masyarakat. Dari kawasan yang dulu gersang, sekarang bisa menjadi sumber penghidupan dan ruang belajar bagi banyak orang," ungkap Lia Putrinda.
Lokasi dan praktik konservasi di CMC Pantai Tiga Warna Kabupaten Malang ini menjadi wujud dampak nyata aksi bersama bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Harapannya, apa yang selalu dilakukan di kawasan CMC Tiga Warna ini menginspirasi upaya nyata serupa di berbagai kawasan wilayah lainnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


