Emir Kuwait Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun
Emir Kuwait, Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kabar tersebut dilaporkan langsung stasiun televisi negara Teluk yang kaya akan minyak itu.

JAKARTA – Emir Kuwait, Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kabar tersebut dilaporkan langsung stasiun televisi negara Teluk yang kaya akan minyak itu.
"Dengan kesedihan dan duka yang luar biasa untuk warga Kuwait, dunia Islam dan Arab serta orang-orang dari negara-negara sahabat, Emiri Diwan berduka atas kematian Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, emir Kuwait," kata kantor Emir saat mengkonfirmasi kematiannya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (29/9/2020).
Al Jazeera melansir, Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah meninggal dunia di rumah sakit. "Kesedihan yang luar biasa, kami berduka atas kematian Syekh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, emir Negara Kuwait," kata menteri yang bertanggungjawab atas urusan kerajaan, Syekh Ali Jarrah al-Sabah.
Syekh Sabah menjadi emir pada Januari 2006 setelah memegang beberapa posisi kementerian, termasuk jabatan menteri luar negeri.
Pada Juli tahun ini, dia pergi ke AS untuk perawatan medis lebih lanjut setelah menjalani operasi.
Sheikh Sabah secara luas dianggap sebagai arsitek kebijakan luar negeri Kuwait modern. Dia mendorong diplomasi untuk menyelesaikan masalah regional, seperti boikot berkelanjutan terhadap Qatar oleh empat negara Arab, dan menjadi tuan rumah konferensi donor besar untuk negara-negara yang dilanda perang termasuk Irak dan Suriah. Belum ada penjelaskan waktu pemakaman Emir Kuwait. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


