Advertisement
Peristiwa Internasional

Israel Menutup Kembali Perbatasan Utama ke Gaza

Israel kembali menutup perbatasan utama ke Gaza karena gerilyawan Palestina menembakkan mortir dan roket ke Israel Selatan.

TIMES Indonesia,
Israel Menutup Kembali Perbatasan Utama ke Gaza
Serangan udara Israel membombardir Jalur Gaza, dan saksi mata mengatakan sebuah gudang di Rafah, di ujung selatan Gaza, terbakar oleh serangan udara Israel.(FOTO:BBC/Reuters)
A-AA+

JAKARTA Israel kembali menutup perbatasan utama ke Gaza karena gerilyawan Palestina menembakkan mortir dan roket ke Israel Selatan.

Serangan itu  menyebabkan dua orang pekerja pertanian asal Thailand meninggal dunia serta 10 lainnya warga Israel terluka.

Advertisement

Sebelumnya, pada hari Selasa, Israel telah membuka penyeberangan Kerem Shalom untuk memungkinkan bantuan biss masuk ke Gaza. Penyeberangan telah dibuka untuk memungkinkan masuknya truk bantuan dari Yordania. Konvoi terpisah juga masuk melalui Mesir.

Bahkan PBB menyambut baik keputusan tersebut, tetapi juga mendesak Israel untuk membuka penyeberangan utama Erez, sehingga pekerja kemanusiaan, serta pasokan, dapat masuk.

Seorang juru bicara PBB mengatakan penyeberangan Kerem Shalom dengan Israel adalah tautan penting untuk mendapatkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Gaza-2.jpg

Tetapi seperti dilansir BBC,  saat konvoi truk bantuan memasuki Gaza, militan Palestina menembakkan mortir ke daerah tersebut. Dua warga Thailand yang bekerja di sebuah pertanian 14km (sembilan mil) dari perbatasan meninggal dunia.

Advertisement

Akibatnya Israel menutup kembali penyeberangan itu. "Seorang tentara Israel di dekat Erez terluka ringan," kata militer Israel.

Sementara itu di perlintasan Rafah dengan Mesir, satu-satunya pintu masuk ke Gaza yang tidak dikuasai Israel, konvoi terpisah yang terdiri dari 15 truk pengangkut bahan bakar dan 18 truk bermuatan makanan dan obat-obatan memasuki wilayah tersebut.

Menurut kementerian kesehatannya, setidaknya 212 orang, termasuk hampir 100 wanita dan anak-anak, telah meninggal dunian di Gaza.

"Di Israel 12 orang, termasuk dua anak, telah meninggal dunia," kata layanan medis di Israel.

Pada hari Selasa, Israel mengatakan, setidaknya 150 militan termasuk di antara mereka yang meninggal dunia di Gaza.

Sementara Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai wilayah tersebut, tidak memberikan angka korban jiwa bagi para pejuangnya akibat serangan Israel. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia