SpaceX Membuat Roket Terbesar dengan Daya Dorong 70 Meganewton
Perusahaan SpaceX membuat roket terbesar dengan tinggi 120 m (400 feet) di fasilitas R&D Starbase perusahaan di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat yang akan mampu memiliki daya dorong sampai 70 meganewton.

JAKARTA – Perusahaan SpaceX membuat roket terbesar dengan tinggi 120 m (400 feet) di fasilitas R&D Starbase perusahaan di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat yang akan mampu memiliki daya dorong sampai 70 meganewton.
Dilansir BBC, perusahaan ini Jumat (6/8/2021) telah menyusun dua bagian roket, Starship (bagian atas) dengan booster yang disebut Super Heavy ( bagian bawah).
Memiliki ketinggian sekitar 120m (400ft), roket SpaceX ini membuat kecil bagi peluncur-peluncur kendaraan ruang angkasa sebelumnya. Bila nanti lepas landas, roket itu akan menghasilkan sekitar dua kali daya dorong kendaraan yang mengirim manusia ke Bulan.
Mesin utama pada roket Saturn V Apollo yang terkenal itu menghasilkan sekitar 35 meganewton (hampir 8 juta pon kekuatan) dari landasan. Sedangkan booster SpaceX Super Heavy baru nantinya akan mencapai sekitar 70 meganewton.

Dengan menggunakan sebuah derek besar, dua bagian itu digabungkan. Sambungan itu kemudian sempat ditahan selama satu jam sebelum kemudian dipisahkan lagi.
SpaceX masih harus menjadwalkan pengujian berminggu-minggu hingga berbulan-bulan kedepannya untuk mempersiapkan penerbangan perdananya.
Nantinya ini akan menjadi pendorong melemparkan Starship ke luar angkasa untuk perjalanan sekali keliling Bumi, yang bisa berakhir dengan "pendaratan" di perairan pulau-pulau Hawaii di Pasifik atau di Teluk Meksiko.
Nantinya SpaceX ingin kedua segmen kendaraan masa depan itu bisa melakukan pendaratan terkontrol, di darat atau di laut, sehingga bisa digunakan kembali.
CEO Perusahaan, Elon Musk mengatakan, sistem Starship ini setelah dikembangkan sepenuhnya nantinya akan lebih dari mampu membawa manusia ke Bulan dan Mars. Itu juga bisa mengangkut orang dengan cepat ke seluruh dunia. Menempatkan satelit di orbit adalah aplikasi lain yang jelas.

Kini Badan antariksa Amerika Serikat, NASA telah mengontrak SpaceX untuk memproduksi versi tingkat atas Starship yang bisa mendaratkan astronot di dekat kutub selatan dalam bulan-bulan dekade ini.
Pencapaian hari Jumat itu mengikuti aktivitas menakjubkan selama berbulan-bulan di Boca Chica. Insinyur telah membangun suksesi prototipe di Starbase. Ini telah membantu tim desain memahami cara terbaik untuk memproduksi kerajinan baja tahan karat yang besar.
Dengan meluncurkan beberapa iterasi Starship pada lompatan ketinggian tertentu, teknisi SpaceX juga memperoleh pengalaman penerbangan yang tak ternilai.
Bagian yang digabungkan secara singkat pada hari Jumat itu diberi kode BN4 (penguat Super Heavy) dan Kapal 20 (tahap atas Starship). Gabungan itu tidak akan diluncurkan sampai mereka memiliki lisensi dari Federal Aviation Administration (FAA).
Instansi pemerintah saat ini sedang melakukan tinjauan lingkungan yang pada suatu saat akan mengundang konsultasi publik selama 30 hari. Jadi, tamasya orbital perdananya masih jauh. Tapi Musk sangat ingin hal itu terjadi sebelum akhir tahun.
Musk menggambarkan gabungan singkat bagian-bagian roket pada hari Jumat itu sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan".
Roket paling kuat yang saat ini beroperasi adalah Falcon Heavy, juga dibangun oleh SpaceX, Amerika Serikat dan ini menghasilkan 23 meganewton daya dorong saat diluncurkan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


