Advertisement
Peristiwa Internasional

Sejarah Hari Ini: 13 Agustus, Taktik Bumi Hangus Pangkalan Brandan dan Tembok Berlin

Sejarah hari ini mencatat peristiwa bumi hangus Pangkalan Brandan atau Pangkalan Brandan Lautan Api yang terjadi pada 13 Agustus 1947.

TIMES Indonesia,
Sejarah Hari Ini: 13 Agustus, Taktik Bumi Hangus Pangkalan Brandan dan Tembok Berlin
Warga melihat sisa-sisa tembok Berlin yang dulu menjadi pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur. (FOTO: ANTARA FOTO/REUTERS/Fabrizio Bensch/wsj.)
A-AA+

JAKARTA Sejarah hari ini mencatat peristiwa bumi hangus Pangkalan Brandan atau Pangkalan Brandan Lautan Api yang terjadi pada 13 Agustus 1947. Saat itu, pejuang Indonesia memilih membakar habis kota kaya minyak ini agar tidak dikuasai Belanda yang saat itu datang dengan kekuatan militer yang besar. Dari luar negeri, 13 Agustus 1961 menjadi awal pembangunan Tembok Berlin yang menjadi pemisah Berlin Barat dan Berlin Timur.

1947: Pangkalan Brandan Lautan Api

Advertisement

Peristiwa-peristiwa-bumi-hangus-Pangkalan-Brandan-atau-Pangkalan-Brandan-Lautan-Api.jpg
Peristiwa peristiwa bumi hangus Pangkalan Brandan atau Pangkalan Brandan Lautan Api yang terjadi pada 13 Agustus 1947. (FOTO:GNFI)

Pangkalan Brandan merupakan ibu kota Kecamatan Babalan yang berada dalam wilayah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pangkalan Brandan yang kaya minyak bumi berada di pesisir pantai dan diapit oleh dua buah sungai, yaitu Sungai Babalan dan Sungai Lepan.

Berdasarkan buku Sekilas Tragedi Bersejarah, Brandan Bumi Hangus (Drs.Zainal Arifin, 2009) pada tahun 1860, diketahui wilayah ini mengandung minyak bumi, namun saat itu belum diupayakan penyelidikan karena pihak Sultan Langkat tidak memiliki tenaga ahli khusus bidang perminyakan.

Ladang minyak baru dieksplorasi pada tanggal 15 Juni 1885, dan pada tahun 1890 sumur minyak berproduksi. Sebagai pengelola ladang minyak ini adalah perusahaan Hindia-Belanda Koninklijke Nederlandsche Maatschappij.

Peristiwa pembumihangusan tambang minyak dikota Pangkalan Brandan yang terjadi pada 13 Agustus 1947 merupakan taktik dan strategi pasukan republik. Mereka tidak ingin, Belanda menguasai tambang minyak yang akan dijadikan sebagai sumber pembiayaan perang dalam menguasai daerah republik lainnya.  Saat itu, pasukan Belanda memang sudah tiba di Sumatra Timur dan akan menuju Pangkalan Brandan.

Advertisement

Catatan sejarah menyebutkan, peristiwa bumi hangus Pangkalan Brandan terjadi dua kali. Yang pertama terjadi pada tahun 1942. Saat itu, Belanda yang membumihanguskan karena tidak ingin Pangkalan Brandan dikuasi Jepang yang mulai masuk ke wilayah Indonesia.

Dan yang kedua terjadi pada tahun 1947, saat pasukan Indonesia membumihanguskan fasilitas industri perminyakan dan fasilitas perkotaan di Pangkalan Brandan agar kota kaya minyak ini tidak jatuh lagi ke tangan Belanda.

1961: Tembok Berlin Dibangun

Sisa-sisa-tembok-Berlin-disalah-satu-sudut-Kota-Berlin-Jerman.jpg
Sisa-sisa tembok Berlin disalah satu sudut Kota Berlin, Jerman. Tembok Berlin mulai dibangun pada 13 Agustus 1961 dan diruntuhkan pada November 1989. (FOTO: 123.fr)

Warga Berlin pada 13 Agustus 1961 dikejutkan dengan penutupan perbatasan antara Berlin Timur dan Barat oleh pasukan Jerman Timur. Layanan kereta api antara dua sektor kota telah diputus, dan semua lalu lintas jalan melintasi perbatasan telah dihentikan.
Saat itu, pasukan Jerman Timur telah memasang pagar kawat berduri setinggi 1,83 meter pada malam hari.

Setelah itu, Jerman Timur mulai mengganti kawat berduri dengan balok beton, dan tembok.
Bagian beton akhirnya mencapai ketinggian hampir 12 kaki (3,6m) dan panjangnya mencapai 66 mil (106km). Selain itu, ada pagar kawat sepanjang 41 mil (66,5 km), serta lebih dari 300 menara pengawas.

Catatan sejarah mencatat, hampir 200 orang tewas saat mencoba menyeberangi tembok, dan 200 lainnya terluka.

Pada tanggal 7 November 1989, pemerintah Komunis Jerman Timur runtuh dan dua hari kemudian massa yang gembira merobohkan Tembok Berlin sepotong demi sepotong. Tahun berikutnya, Jerman Timur dan Barat akhirnya bersatu kembali.

Dua arsitek Tembok Berlin, pemimpin Jerman Timur Erich Honecker dan Egon Krenz, menghadapi tuntutan pidana atas tindakan mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRatu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia