Jerman Akan Kirim 2700 Rudal Anti Pesawat Buatan Soviet ke Ukraina
Jerman akan mengirim 2700 rudal anti pesawat, STRELA buatan Soviet ke Ukraina untuk menghadapi serangan Rusia yang bertubi-tubi. ... ...

JAKARTA – Jerman akan mengirim 2700 rudal anti pesawat, STRELA buatan Soviet ke Ukraina untuk menghadapi serangan Rusia yang bertubi-tubi.
Sumber AFP, Kamis (3/3/2022) seperti dilansir Kyiv Post, Pemerintah Jerman menyetujui dukungan lebih banyak senjata untuk Ukraina termasuk rudal anti-pesawat ke zona konflik
Rudal anti-pesawat tipe STRELA buatan Soviet itu sebelumnya pernah digunakan oleh tentara komunis Jerman Timur.
"Pada pengiriman pertama, Jerman mengirim 1.000 peluru anti-tank dan 500 rudal anti-pesawat lainnya ke garis depan," kata pemerintah pada hari Rabu.
Selain itu, ia juga mengirimkan 18.000 helm selama akhir pekan sehingga jumlah total yang disumbangkan oleh Jerman menjadi 23.000 peralatan perang.
"Peralatan militer lebih lanjut siap dikirim,” kata seorang Juru Bicara Kementerian Pertahanan kepada AFP tanpa memberikan rincian, mencatat bahwa beberapa item belum disetujui.
Langkah itu dilakukan setelah Jerman membalikkan kebijakan lama untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik, sebuah posisi yang berakar pada kesalahan perang era Nazi.
Sekutu sempat mengkritik Berlin karena gagal mendukung pemerintah Ukrania dengan senjata mematikan. Awalnya Jerman hanya menawarkan mengirim 5.000 helm dan membangun rumah sakit lapangan.
Sabtu lalu, Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengakui bahwa invasi Rusia mewakili “titik balik dalam sejarah” yang memaksa Jerman untuk memikirkan kembali prioritasnya.
Jerman telah berjanji untuk menginvestasikan 100 miliar euro ($ 111 miliar) dalam membangun angkatan bersenjatanya sendiri dalam menghadapi ancaman Rusia.
Pemerintah Jerman pada hari Sabtu juga menyetujui pengiriman persenjataan buatan Jerman ke Ukraina dari negara ketiga, termasuk 400 peluncur roket anti-tank melalui Belanda.
Pemerintah Jerman juga membuka blokir pengiriman delapan meriam howitzer tua yang dibeli Estonia dari Jerman Timur.
Egon Krenz, mantan pemimpin negara komunis, mengatakan kepada harian Berliner Zeitung Januari lalu, bahwa pengiriman senjata Jerman timur bertentangan dengan semangat reunifikasi.
Namun kali ini telah berbeda, Jerman yang sudah bersatu itu akan mengirim 2.700 rudal anti pesawat, STRELA buatan Soviet untuk membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia yang bertubi-tubi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


