Advertisement
Peristiwa Internasional

Pemuda Palestina dalam Kondisi Kritis Usai Polisi Israel Serang Masjid Al-Aqsha

Seorang pemuda Palestina, Walid al-Sharif (21) kini koma dan dalam kondisi kritis karena luka di kepala setelah polisi dan tentara Israel menyerbu masjid Al-Aqsha, Jumat ...

TIMES Indonesia,
Pemuda Palestina dalam Kondisi Kritis Usai Polisi Israel Serang Masjid Al-Aqsha
Polisi Israel menyerbu ratusan warga Palestina yang sedang berada di Masjid Al-Aqsha dalam beberapa hari terakhir dan kemudian menahan mereka.(FOTO: Al Jazeera/AFP)
A-AA+

JAKARTA Seorang pemuda Palestina, Walid al-Sharif (21) kini koma dan dalam kondisi kritis karena luka di kepala setelah polisi dan tentara Israel menyerbu masjid Al-Aqsha, Jumat (22/4/2022) lalu.

Walid al-Sharif kini tengah berjuang untuk hidupnya di tengah situasi tegang yang telah melihat tentara Israel menyerang jamaah di kompleks Al-Aqsa hampir setiap hari, karena bulan suci Ramadhan hampir berakhir.

Advertisement

Peluru berujung karet yang ditembakkan oleh polisi Israel mengenai kepala atau leher Walid al-Sharif pada Jumat dini hari, menurut dugaan keluarga dan saksi. Namun, polisi Israel membantah dan mengklaim bahwa al-Sharif, seorang penduduk Kota Tua Yerusalem itu jatuh dan mengalami cedera kepala saat melempari dengan batu.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, Jumat pagi, polisi Israel menggerebek kompleks Masjid Al-Aqsa , situs tersuci ketiga Islam. Al-Sharif adalah salah satu dari 57 warga Palestina yang terluka dalam penggerebekan itu polisi.

Dia kemudian dipindahkan ke Hadassah Ein Kerem Medical Center di Yerusalem, dan  dalam sebuah pernyataan, pihak rumah sakit menyatakan bahwa tidak ada bukti cedera akibat peluru tajam.

Anggota Knesset Israel, Ahmad Tibi, yang mengunjungi al-Sharif di rumah sakit, mengatakan kondisinya kritis setelah menderita kerusakan otak yang meluas. Saudara laki-laki Al-Sharif mengatakan kepada harian Haaretz Israel bahwa kondisinya memburuk dalam semalam.

"Dia dalam keadaan koma, oksigen tidak mencapai otaknya dan dia mengalami pendarahan di otak dan patah tulang tengkorak," katanya.

Advertisement

Ia menambahkan, bahwa dokter telah kehabisan pilihan pengobatan mereka. "Kami hanya menunggu dan hanya Allah yang bisa membantunya sekarang," katanya lagi.

Pihak berwenang Israel bersiap untuk demonstrasi warga Palestina, yang telah berdiri dalam solidaritas dengan rekan-rekan mereka di seberang Garis Hijau, garis gencatan senjata 1967. Kota-kota seperti Nazareth dan Umm al-Fahem telah menyaksikan protes atas kekerasan terhadap jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsha. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia