Advertisement
Peristiwa Internasional

Tragis, Bocah Perempuan Pengungsi Suriah Meninggal Disengat Kalajengking

Sungguh tragis nasib dua bocah perempuan masing-masing berumur lima dan sembilan tahun pengungsi asal Suriah yang terdampar di pulau Yunani. Mereka disengat kalajengking, ...

TIMES Indonesia,
Tragis, Bocah Perempuan Pengungsi Suriah Meninggal Disengat Kalajengking
Ilustrasi Kalajengking. (foto: (Unsplash/Wolfgang Hasselm)
A-AA+

JAKARTA Sungguh tragis nasib dua bocah perempuan masing-masing berumur lima dan sembilan tahun pengungsi asal Suriah yang terdampar di pulau Yunani. Mereka disengat kalajengking, satu meninggal dan satunya lagi kritis.

Fakta penderitaan para pengungsi Suriah itu terjadi setelah mereka terjebak di pulau yang tidak disebutkan namanya itu setelah berulang kali diduga terjadi tekanan balik antara Turki dan Yunani.

Advertisement

Dua gadis Suriah berusia lima tahun yang dilaporkan telah meninggal itu bersama  orang tuanya dan puluhan lainnya menunggu penyelamatan menyusul dugaan penolakan.

Seperti dilansir Al Jazeera, mereka merupakan bagian dari kelompok yang terdiri dari 39 pencari suaka. Dua bocah malang yang disengat kalajengking itu bagian dari kelompok itu.

Gadis perempuan berumur lima tahun yang telah meninggal dunia karena disengat kalajengking itu, kini bahkan jenasahnya ditenggelamkan di air sungai oleh orang tuanya dalam upaya untuk membuatnya tetap dingin.

Sedangkan satu gadis kecil lagi yang berumur sembilan tahun kini kondisinya kritis juga karena disengat kalajengking.

Mereka yang masih berada di pulau kecil dengan jenazah gadis itu mengatakan, dia meninggal pada Selasa dini hari setelah disengat kalajengking, dua hari setelah mereka terdampar di sana.

Advertisement

Salah satu anggota kelompok itu, Baida, 27  juga dari Suriah, telah mengirim pesan panik kepada pengacara dan jurnalis sejak kematian yang dilaporkan.

"Seorang gadis meninggal. Seorang anak. Dia meninggal. Saya tidak bisa berbuat apa-apa," katanya dalam pesan suara WhatsApp yang dikirim ke grup termasuk kepada para reporter.

Dia memposting foto gadis di punggungnya dengan mata tertutup, berbaring di sepetak rumput di pulau itu. Dalam pesan lain, dia mempertanyakan mengapa anak-anak tidak menerima bantuan apa pun. "Tidak ada yang mendengar suara kami," katanya.

Jika anda mendengar suara kami, tolong bantu kami,” kata Baida. "Gadis lain mungkin mati besok." Para pengungsi mengatakan mereka dipaksa di pulau itu oleh otoritas Turki pada 7 Agustus.

Perbatasan darat Evros sering menjadi titik penyeberangan bagi mereka yang ingin meminta suaka di Eropa, tetapi banyak laporan telah mendokumentasikan penolakan keras Yunani dalam beberapa bulan terakhir, serta insiden di mana orang-orang telah dibuat untuk menyeberang oleh otoritas Turki.

Para pengungsi dan migran yang terdampar ingin meminta suaka di Yunani.

Pihak berwenang Yunani telah diberitahu tentang lokasi mereka dan para aktivis telah membuat panggilan darurat atas nama mereka ke polisi, tetapi para pejabat mengatakan mereka belum bisa menemukan lokasi kelompok pengungsi dan migran Suriah itu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia