Peristiwa Internasional

Mantan PM Jepang Shinzo Abe Dimakamkan dalam Suasana yang Langka

Rabu, 28 September 2022 - 00:24 | 29.70k
Mantan PM Jepang Shinzo Abe Dimakamkan dalam Suasana yang Langka
Akie Abe, janda mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, membawa abu suaminya pada awal pemakaman kenegaraannya di Nippon Budokan di Tokyo, Selasa. (FOTO: Japan Today/Pool via AP).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menjadi langka pada hari Selasa (27/9/2022) dalam suasana megah, dikelilingi pelayat dari sejumlah negara dan didemo ribuan orang di jalan-jalan.

Diperkirakan 4.300 orang hadir dalam acara seremoni pemakaman kenegaraan itu dengan sedikitnya 48 pemimpin atau pejabat tinggi pemerintahan dari berbagai negara, baik yang masih aktif menjabat maupun yang sudah tidak menjabat.

Diantara yang menghadiri pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe itu antara lain Wakil Presiden AS Kamala Harris, PM India, Narendra Modi, PM Australia Anthony Albanese, dan Putra Mahkota Jepang Akishino serta pejabat asing dan Jepang lainnya.

Selama upacara, Kemala Harris duduk di baris ketiga di sebelah Rahm Emanuel, duta besar AS untuk Jepang, dan mereka kemudian bergabung dengan yang lain dengan meletakkan rangkaian bunga krisan di atas meja di dekat foto Abe.

Putra Mahkota Akishino datang bersama Putri Mahkota Kiko serta anggota keluarga lainnya dalam pemakaman kenegaraan Shinzo Abe itu.

Pemakaman kenegaraan Shinzo Abe  penuh dengan kemegahan militer dan dikelilingi oleh kerumunan pelayat serta oleh protes yang meluas, dengan ribuan orang turun ke jalan sebagai oposisi.

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan upacara yang dibiayai publik itu merupakan kehormatan yang layak bagi pemimpin politik modern Jepang yang paling lama menjabat, meski hal itu telah memecah opini publik secara mendalam.

Acara itu dimulai dengan janda Abe, Akie Abe, dengan kimono formal hitam, berjalan perlahan di belakang Kishida ke tempat pemakaman, membawa guci dalam kotak kayu yang dibungkus kain ungu bergaris emas.

Pemakaman-mantan-Perdana-Menteri-Jepang-Shinzo-Abe.jpgPutra Mahkota Akishino (kedua dari kiri) dan Putri Mahkota Kiko (ketiga dari kiri), tiba bersama anggota keluarga lainnya untuk menghadiri pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Nippon Budokan di Tokyo, Selasa.(FOTO : Japan Today/Pool via AP)

Prajurit berseragam putih mengambil abu Abe dan meletakkannya di atas alas yang diisi dengan krisan dan dekorasi putih dan kuning.

Para petugas berdiri saat sebuah band militer memainkan lagu kebangsaan Kimigayo, kemudian mengheningkan cipta sebelum sebuah video ditampilkan memuji kehidupan Abe dalam politik.

Itu termasuk pidato parlemen tahun 2006 yang bersumpah untuk membangun "Jepang yang indah," kunjungannya ke Jepang utara yang dilanda bencana setelah tsunami Maret 2011 serta peniruan Super Mario 2016 di Rio de Janeiro untuk mempromosikan Olimpiade Tokyo 2020.

Selama 12 menit pidatonya, Kishida memuji Abe sebagai politisi dengan visi yang jelas untuk pertumbuhan ekonomi pasca-Perang Dunia II yang mempromosikan keamanan nasional, perkembangan Jepang dan dunia, serta "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka" sebagai kontra terhadap kebangkitan Cina.

"Kamu adalah orang yang seharusnya hidup lebih lama," kata Kishida sambil menatap foto besar Abe. "Saya sangat yakin bahwa anda akan berkontribusi sebagai kompas yang menunjukkan arah masa depan Jepang dan seluruh dunia selama 10 atau 20 tahun lagi," kata Kishida.

Kishida mengatakan Abe akan dikenang tidak hanya sebagai pemimpin terlama di negara itu, tetapi juga atas apa yang dia capai, dan dia berjanji untuk melanjutkan kebijakan Abe untuk Jepang dan kawasan.

Shinzo Abe dikremasi pada bulan Juli setelah pemakaman pribadi di kuil Tokyo beberapa hari setelah dia dibunuh oleh Tetsuya Yamagami saat memberikan pidato kampanye di sebuah jalan di Nara, Jepang barat. Abunya kemudian dimakamkan secara kenegaraan yang penuh dengan kontroversi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES