Advertisement
Peristiwa Internasional

Drone Luar Angkasa AS Pecahkan Rekor di Orbital

Amerika Serikat punya drone luar angkasa, yakni pesawat ruang angkasa X-37B, yang Sabtu (12/11/2022) pagi telah mendarat kembali di Florida, setelah mengorbit selama 908 ...

TIMES Indonesia,
Drone Luar Angkasa AS Pecahkan Rekor di Orbital
Kendaraan Uji Orbital X-37B di Kennedy Space Center NASA di Florida. (FOTO: Angkatan Udara AS via AP)
A-AA+

JAKARTA Amerika Serikat punya drone luar angkasa, yakni pesawat ruang angkasa X-37B, yang Sabtu (12/11/2022) pagi telah mendarat kembali di Florida, setelah mengorbit selama 908 hari.

Drone ruang angkasa ini digunakan kembali setelah memecahkan rekor sebelumnya 780 hari di orbit. Pesawat ruang angkasa tak berawak X-37B milik militer AS ini telah mendarat di Kennedy Space Center Florida setelah menyelesaikan misi rahasia selama itu dengan mengorbit bumi.

Advertisement

"Misi Orbital Test Vehicle-6 (OTV-6) juga menandai pertama kalinya pesawat ini pergi ke luar angkasa dengan modul layanan terpasang, meningkatkan jumlah percobaan yang dapat dilakukan," kata Lembaga Luar Angkasa AS dalam sebuah pernyataan.

"X-37B terus mendorong batas-batas eksperimen, dimungkinkan oleh pemerintah elit dan tim industri di belakang layar," kata Direktur Lrogram untuk Pesawat Ruang Angkasa, Letnan Kolonel Joseph Fritschen.

“Kemampuan untuk melakukan eksperimen di orbit dan membawanya pulang dengan selamat untuk analisis mendalam di lapangan telah terbukti berharga bagi Departemen Angkatan Udara dan komunitas ilmiah," ujarnya.

Meskipun OTV-6 menetapkan rekor durasi baru untuk program X-37B, itu tidak mendekati penerbangan luar angkasa terpanjang secara keseluruhan.

Wahana Voyager 1 dan Voyager 2 NASA telah beroperasi selama lebih dari 45 tahun, mengirimkan data kembali ke bumi dari jarak miliaran mil.

Advertisement

Kosmonot Rusia, Valery Polyakov mengalami perjalanan ruang angkasa berawak terpanjang dalam sejarah, menghabiskan 438 hari di stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1994 hingga 1995.

Dua pesawat X-37B Pentagon telah terbang dengan misi rahasia sejak 2010.

OTV-6 ini juga melakukan percobaan energi surya untuk US Naval Research Lab, serta dua studi NASA tentang efek paparan ruang angkasa jangka panjang pada benih dan bahan lainnya. 

Namun, seperti misi X-37B lainnya, tujuan OTV-6 tidak diungkapkan sepenuhnya. Pesawat robot itu menyerupai versi lebih kecil dari pesawat ulang-alik pensiunan NASA.

Seperti pesawat ulang-alik, pesawat X-37B ini diluncurkan secara vertikal dan dibawa ke luar angkasa dengan roket. Ia beroperasi pada ketinggian hingga 500 mil di atas Bumi, dan kemampuan manuvernya menyulitkan musuh untuk memprediksi pergerakannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia