Peristiwa Internasional G20 Indonesia

CEO Binance Ajak Regulator Bangun Ekosistem Keuangan Kripto

Senin, 14 November 2022 - 14:12 | 20.02k
CEO Binance Ajak Regulator Bangun Ekosistem Keuangan Kripto
CEO Binance, Changpeng Zhao saat menjadi narasumber B20 Summit di Bali. (Foto: B20 Summit)
FOKUS

G20 Indonesia

TIMESINDONESIA, DENPASAR – CEO Binance, Changpeng Zhao mengusulkan kolaborasi dengan regulator, dalam ajang B20 Summit, rangkaian G20 Indonesia.

Zhao merekomendasikan regulator industri keuangan tidak mengenakan pajak besar pada para investor mata uang kripto saat bertransaksi. Dia menyarankan regulator untuk mengenakan pajak pada melainkan pada pelaku bisnis yang memiliki platform pertukaran kripto seperti dirinya.  

 Zhao juga mengungkapkan Binance merupakan perusahaan yang mengelola platform pertukaran mata uang kripto. Binance dikenal sebagai pemilik ekosistem kripto terbesar di Indonesia. 

"Saya sangat merekomendasikan para regulator di pasar keuangan untuk tidak mengenakan pajak kepada para pengguna untuk setiap transaksi, tapi kenakan pajak pada pelaku bisnis di industri, melalui pajak penghasilan," kata Zhao dalam B20 bertajuk 'Investing in The Future Tech Talents, Technology and Financial Resources', Senin (14/11/2022). 

Zhao mengatakan jika regulator mengenakan pajak kepada investor kripto untuk setiap kali transaksi, maka tidak akan banyak transaksi yang dilakukan.

Akibatnya, aktivitas perdagangan kripto menurun, dan menghambat perkembangan industri. Zhao menyarankan pelaku kebijakan untuk mengenakan pajak kepada para pemilik perusahaan pertukaran atau jual beli kripto. 

Zhao mengungkapkan bahwa penghitungan pajak bisa dilakukan dengan dasar pendapatan yang diperoleh pelaku bisnis dari aktivitas perdagangan kripto.   

"Regulator harus memberi lisensi, sehingga bisa mengontrol industri kripto dengan baik," papar Zhao. 

Pada saat yang sama, Zhao juga mengungkapkan risiko jika regulator tidak tidak menerbitkan lisensi bagi para pengelola platform pertukaran kripto. Dia menilai akan banyak aktivitas perdagangan yang dilakukan melalui platform offshore. 

"Ini akan sangat merugikan pemangku kebijakan untuk mengontrol dan mengantisipasi risiko yang muncul di industri kripto," terang Zhao.

Zhao menjelaskan kripto merupakan teknologi baru untuk melakukan transfer nilai. Teknologi teknologi ini, membuat masyarakat bisa membangun ekonomi baru, melalui model bisnis baru. 

"Teknologi baru ini bisa mengubah cara orang dalam berinvestasi, melakukan pembayaran, menghasilkan dana, dan berdampak besar pada pola bisnis di sektor finansial, yang ujungnya berdampak pada ekonomi dunia," katanya. 

Zhao menilai industri kripto membutuhkan regulasi yang akan berdampak positif pada aktivitas industri, agar para pelaku bisa menjalankan kegiatan sesuai ketentuan dengan cara-cara yang stabil.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES