Peristiwa Internasional

Rusia Menyalahkan Pertahanan Udara Ukraina Soal Ledakan Rudal di Polandia

Rabu, 16 November 2022 - 21:47 | 16.74k
Rusia Menyalahkan Pertahanan Udara Ukraina Soal Ledakan Rudal di Polandia
Bangunan tempat tinggal di Kyiv yang terbakar akibat serangan roket Rusia pada 15 November 2022.Polisi Nasional Ukraina.(FOTO: The Moscow Times)

TIMESINDONESIA, JAKARTARusia menyalahkan Ukraina atas ledakan di wilayah Polandia yang menewaskan dua orang dan memicu gelombang kekhawatiran internasional pada hari sebelumnya.

Kementerian Pertahanan di Moskow mengatakan bahwa rudal yang mendarat di desa Przewodow dekat perbatasan Ukraina dihantam oleh pertahanan udara Ukraina.

"Foto-foto reruntuhan, secara tegas diidentifikasi oleh pakar militer Rusia sebagai pecahan peluru kendali anti-pesawat dari sistem pertahanan udara S-300 Ukraina," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan.

"Serangan Rusia hari Selasa hanya mencapai target di wilayah Ukraina, dengan target terdekatnya terletak setidaknya 35 kilometer dari perbatasan Ukraina-Polandia," kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Igor Konashenkov dalam pengarahan harian.

Petugas-polisi-berdiri-di-blokade-setelah-ledakan.jpgPetugas polisi berdiri di blokade setelah ledakan di Przewodow, sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina, 16 November 2022. (FOTO B: Al Jazeera/Reuters).

Sementara itu Kremlin mengecam apa yang disebutnya sebagai tanggapan "histeris dan Russophobia" dari Barat terhadap ledakan mematikan itu.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Polandia memiliki semua fakta yang menunjukkan bahwa puing-puing rudal itu milik sistem rudal S-300, yang katanya "tidak ada hubungannya" dengan Rusia.

Dia kemudian memuji tanggapan "terukur" Amerika Serikat terhadap insiden tersebut setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan "tidak mungkin" rudal itu ditembakkan dari Rusia.

Laporan Rabu mengatakan  Biden mengatakan kepada sekutu NATO bahwa rudal yang jatuh ke Polandia adalah rudal pertahanan udara Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sebelumnya menolak sebagai "teori konspirasi" gagasan bahwa itu mungkin rudal Ukraina.

Rudal itu jatuh di wilayah Polandia di tengah serangan udara Rusia di Ukraina pada Selasa malam, dengan perkiraan 100 serangan rudal diluncurkan ke sasaran militer dan energi di seluruh negeri. 

Media Polandia melaporkan bahwa satu atau dua rudal mendarat di lift biji-bijian di Przewodow sekitar 20 kilometer dari perbatasan Polandia-Ukraina, menewaskan dua warga sipil. 

Insiden mematikan di Polandia itu memicu kekhawatiran eskalasi militer lebih lanjut atau bahkan konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia, karena Polandia adalah anggota NATO.

Polandia telah menempatkan militernya dalam siaga tinggi sebagai tanggapan atas serangan itu.

Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Rabu mengatakan "sangat mungkin" rudal mematikan yang menghantam desa perbatasan Polandia berasal dari pertahanan udara Ukraina.

"Sama sekali tidak ada yang menunjukkan bahwa ini adalah serangan yang disengaja ke Polandia... Sangat mungkin bahwa itu adalah roket yang digunakan dalam pertahanan anti-rudal, artinya itu digunakan oleh pasukan pertahanan Ukraina," katanya kepada wartawan.

Presiden Polandia, Andrzej Duda mengatakan tidak ada indikasi bahwa ini adalah serangan yang disengaja ke Polandia. Kemungkinan besar itu adalah roket S-300 buatan Rusia. Kami tidak memiliki bukti saat ini bahwa itu adalah rudal yang ditembakkan oleh pihak Rusia.

Sementara itu Ukraina meminta akses segera ke lokasi ledakan di Polandia dan mengatakan siap memberikan bukti bahwa justru Rusia yang harus bertanggung jawab.

Ukraina mengklaim memiliki bukti jejak Rusia atas ledakan di desa di Polandia itu, namun tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Kami menganjurkan pemeriksaan bersama atas insiden pendaratan rudal di Polandia. Kami siap menyerahkan bukti jejak Rusia yang kami miliki. Kami mengharapkan informasi dari mitra kami, berdasarkan kesimpulan yang dibuat bahwa itu adalah rudal pertahanan udara Ukraina," kata sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danilov, di Twitter

Sementara Ukraina menyalahkan Moskow atas insiden itu, Rusia,  NATO, dan Polandia mengatakan sangat mungkin rudal yang menghantam desa di Polandia itu berasal dari sistem pertahanan udara Ukraina.

Ketika ditanya apakah Polandia akan memberi Ukraina akses ke lokasi ledakan dan menyetujui studi bersama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Polandia Lukasz Jasina menulis melalui email:  "Kami tidak mengomentari masalah ini." (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES