Peristiwa Internasional

Ukraina Sesumbar Merebut Krimea Kembali, 1500 Tank Rusia Hancur Selama Invasi

Selasa, 22 November 2022 - 08:51 | 13.29k
Ukraina Sesumbar Merebut Krimea Kembali, 1500 Tank Rusia Hancur Selama Invasi
Bangkai tank yang hancur di dekat desa Yampil, Ukraina timur yang baru saja direbut kembali, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (FOTO: Kyiv Post/AFP)

TIMESINDONESIA, JAKARTAUkraina sesumbar akan bisa merebut kembali semenanjung Krimea sebelum Natal dan akan mengakhiri perang di musim semi ini, setahun setelah Vladimir Putin menginvasinya.

Seorang pensiunan mayor jenderal Ukraina, Volodymyr Havrylov mengatakan, itu hanya soal waktu saja sebelum Ukraina akan merebut kembali Krimea setelah Putin secara ilegal merebut wilayah itu pada tahun 2014.

"Perang Putin ini bisa berakhir pada musim semi mendatang," kata Volodymyr Havrylov.

Kepada Sky News, seperti dilansir The Sun, Volodymyr Havrylov mengatakan, Ukraina ingin melakukannya lebih cepat.

Havrylov mengatakan tujuan Ukraina untuk merebut kembali Krimea bisa terbantu oleh peristiwa seperti perubahan politik yang tidak terduga dan drastis di Rusia.

Dia mengatakan mungkin pasukan Ukraina bisa kembali ke Krimea pada akhir tahun tanpa peristiwa semacam itu.

Havrylov mengatakan dia juga yakin perang bisa diselesaikan segera setelah peringatan tahun di bulan Februari. "Perang memang memakan waktu," tambahnya.

"Tapi perasaanku adalah pada akhir musim semi, perang ini akan berakhir," ujarnya lagi.

Havrylov juga menolak gagasan pembicaraan damai dengan Rusiaz karena menurutnya  itu hanya akan terjadi jika pasukan Rusia menyerahkan semua wilayah Ukraina, termasuk Krimea.

"Ada keputusan di dalam masyarakat di Ukraina yang akan kita lakukan sampai akhir," katanya lagi.

Sementara itu, Andriy Yermak, yang mengepalai kantor kepresidenan Ukraina, juga mengisyaratkan kampanye militer di Krimea dengan mengatakan "Saya yakin" itu akan terjadi.

Namun, dia berhenti sebentar untuk mengonfirmasi tanggal dimulainya.

Seorang mantan Jenderal Amerika Serikat sebelumnya mengatakan Ukraina bisa merebut kembali Krimea lewat serangan dua arah.

Itu akan terjadi jikabRusia terus mengalami kemunduran yang memalukan di Ukraina, termasuk hilangnya Kherson bulan ini.

Area utama adalah satu-satunya ibu kota regional yang berhasil direbut pasukan Putin.

Pasukan Ukraina dengan penuh kemenangan menyapu Kherson, sebuah kota strategis penting yang direbut oleh pasukan Putin setelah mereka menginvasi Ukraina pada awal perang.

Tetapi tentara Volodymyr Zelensky membebaskan kota itu awal bulan ini, dan dengan gembira mereka mengibarkan bendera untuk menandai keberhasilan mereka.

Rusia Kehilangan 1500 tank

Serangan massal tank-tank Rusia berteknologi tinggi yang menyerang Ukraina dalam gelombang armor dan daya tembak yang tak terbendung tidak hanya semakin berkurang, tapi mereka mungkin hampir punah.

Dilansir Kyiv Post, situs analisis pertahanan Belanda dan kelompok riset, Oryx dalam analisisnya pada  20 November 2022,  Rusia telah kehilangan 40 persen dari semua tank yang dimilikinya saat menginvasi Ukraina.

Berdasarkan gambar yang dikonfirmasi secara independen dari tank Rusia yang hancur, terlempar, atau ditangkap, laporan itu mengatakan Risia telah kehilangan tak kurang dari 1.500 tank sejak perang dimulai, di antaranya 859 hancur, 64 rusak, 56 ditinggalkan, dan 521 direbut oleh Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU).

Menurut laporan Neraca Militer 2022 yang diterbitkan oleh International Institute of Strategic Studies, Rusia memulai perang dengan 3.417 tank fungsional, 2.357 di antaranya tank buatan setelah tahun 2000-an dan modern.

Wartawan militer Yury Butusov, dalam analisis Facebook 21 November pagi memperkirakan, bahwa dari tank-tank yang kalah dari militer Rusia itu setidaknya 516 diantaranya adalah model yang mahal dan relatif mutakhir seperti T-72B3, T-72B3M, T-80BVM , T-90A, dan T-90M yang dilengkapi dengan pembidik termal berteknologi tinggi, dan karena sanksi Barat, hampir tidak mungkin itu diganti.

Volodymyr Lysovsky, seorang pejuang dan penembak anti-tank di batalion pertahanan teritorial regional Ukraina mengatakan, bahwa militer Rusia memasuki perang menggunakan taktik Perang Dunia II dari kolom tank massal, yang secara teori, akan mengerahkan daya tembak yang luar biasa dan baju besi yang tidak bisa ditembus untuk menyerbu para pembela.

"Gaya perang yang agresif dan ofensif, yang berhasil dalam serangan Rusia di masa lalu terhadap infanteri bersenjata buruk di Chechnya, Suriah, dan Georgia, berulang kali membuat tank Rusia justru berhasil disergap oleh infanteri Ukraina yang dipersenjatai dengan rudal anti-tank yang sepenuhnya mampu meledakkan semua kendaraan lapis baja yang dimiliki kendaraan  inventaris tentara Rusia," kata Lysovsky.

Itulah antara lain alasan munculnya sesumbar bahwa Ukraina akan merebut kembali semenanjung Krimea sebelum Natal dan akan mengakhiri perang di musim semi ini, setahun setelah Vladimir Putin menginvasinya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES