Kawānanakoa, Puteri Terakhir Kerajaan Hawaii Meninggal di Usia 96 Tahun
Tahukah anda bahwa Hawaii yang kini menjadi salah satu negara bagian AS dulunya pernah diperintah sebuah kerajaan? Nah, sisa-sisa keluarga kerjaan Hawaii pun saat ini mas ...

JAKARTA – Tahukah anda bahwa Hawaii yang kini menjadi salah satu negara bagian AS dulunya pernah diperintah sebuah kerajaan? Nah, sisa-sisa keluarga kerjaan Hawaii pun saat ini masih ada. Bahkan puteri terkahir kerajaan tersebut baru saja meninggal Minggu (11/12/2022) beberapa hari yang lalu.
Puteri terakhir Hawaii tersebut bernama Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa. Keluarganya sempat memerintah kepulauan Hawaii sebelum akhirnya dikalahkan ppemerintahan AS pada tahun 1893.
Kawānanakoa meninggal pada usia 96 tahun akibat usia tua. Hal tersebut dikabarkan oleh pasangannya yang kini berusia 69 tahun. Kematiannya diumumkan pada Senin pagi (12/12/2022) di Iolani Palace.
Iolani Palace merupakan tempat yang dulunya digunakan sebagai istana kerajaan namun kini beralih fungsi menjadi museum. "Abigail akan dikenang atas kecintaanya pada Hawaii dan masyarakatnya," ungkap pasangan Abigail seperti dilansir dari AP.
Wanita kelahiran 23 April 1926 di Honolulu, Hawaii ini tidak memiliki gelar kebangsawanan resmi. Namun masyarakat lokal tetap memanggilnya sebagai puteri hingga ajalnya menjelang.
"Penduduk Hawaii sangat menjunjung silsilah. Dan secara silsilah, dia (Kawānanakoa) memiliki darah kebangsawanan yang tinggi," ungkap Kimo Alana Keaulana, asisten profesor bahasa dan studi Hawaii di Honolulu Community College menjelaskan dalam sebuah wawancara tahun 2018.
Semasa hidupnya, Kawānanakoa merupakan pemilik lahan terluas di Hawaii setelah mewarisi kekayaan kakek buyutnya, James Campbell. Kakek buyutnya merupakan pemilik perkebunan tebu dan memiliki bisnis yang cukup sukses yang akhirnya diwariskan ke cucunya tersebut.
Putri Campbell, Abigail Wahiika‘ahu‘ula Campbell dinikahkan dengan putra mahkota Hawaii kala itu. Keduanya memiliki putri yang menikah dengan rakyat umum, setelah menikah putri tersebut melahirkan Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa.
Awalnya Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa bukanlah putri mahkota kerajaan Hawai. Namun setelah kakeknya meninggal dan dirinya diangkat sebagai anak oleh neneknya untuk meneruskan tahta.
Setelah menerima tahta, wanita yang juga dipanggil Kekau oleh keluarganya ini menerima bagian warisan lebih banyak daripada saudara lainnya saat kakeknya meninggal. Oleh karena itu hingga dirinya meninggal dia tetap dikenal sebagai pemilik lahan terluas di Hawaii.
Dirinya juga dikabarkan menerima warisan sebesar $215 juta. Uang tersebut tak lantas dipakinya untuk berfoya-foya. Dirinya menyisihkan beberapa dana untuk sumbangan termasuk mendanai beasiswa bagi pelajar berprestasi dari Hawaii.
Dirinya juga menyumbang untuk pembangunan stasiun kereta api, mendukunh protes terhadap teleskop raksasa, serta menyumbangkan beberapa artifak kerajaan untuk dipajang di museum umum.
Benda yang disumbangkan termasuk permata pink sebesar 14 karat milik kakeknya. Ditrinya juga memberikan bantuan dana untuk pemeliharaan Iolani Palace yang kini sudah disulap menjadi museum.
Kedudukan Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa sebagai puteri terakhir kerajaan Hawaii juga diketahui pemerintah Hawaii. Pada hari kematiannya Gubernur Josh Green bahkan memerintahkan staffnya untuk menurunkan bendera AS hingga setengah tiang sebagai tanda berkabung.
Semasa hidupnya, kekayaan Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa membuatnya sangat tertarik dengan social experience . Hal ini tentang bagaimana perilaku jika mereka melihat uang dan apa yang akan mereka lalukan dengan uang tersebut.
Dirinya bahkan sempat mengetes seorang uskup lokal dengan uang sumbangan yang akan diberikannya. Namun sang uskup gagal dan dinilai lebih mementingkan uang daripada harga diri.
Kemudian dia juga mengetes Dalai Lama, pendeta terkenal dari Tibet. Tak seperti uskup, Dalai dinilai masih memiliki harga diri untuk menolak permintaan nyeleneh yang diajukannya demi bisa mendapatkan uang sumbangan darinya.
Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa juga dikenal sebagai peternak kuda pacu unggulan. Kudanya pernah memenangkan hadiah sebesar $1 juta pada tahun 1993 di New Mexico's All American Futurity. Sebagai informasi, pacuan kuda merupakan salah satu olahraga yang diminati kaum bangsawan.
Sampai akhir hayatnya, harta yang berlimpah tersebut tak lantas membuat putri terakhir Hawaii tenang. Harta tersebut sudah diperebutkan hak warisnya mskipun Abigail Kinoiki Kekaulike Kawānanakoa sudah menuliskan surat wasiat. Rakyat dan negara menuntut agar hartanya diserahkan ke negara sedangkan dirinya berpendapat harta tersebutmerupakan milik pribadi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

