Peristiwa Internasional

Pelaku Penembakan Massal di Los Angeles Tewas Bunuh Diri

Senin, 23 Januari 2023 - 11:39 | 30.05k
Polisi Bersenjata Saat Mendekati Van Putih milik pelaku penembakan massal di Los Angeles, dan menemukan terduga pelaku itu tewas karena bunuh diri. (FOTO: USAToday)
Polisi Bersenjata Saat Mendekati Van Putih milik pelaku penembakan massal di Los Angeles, dan menemukan terduga pelaku itu tewas karena bunuh diri. (FOTO: USAToday)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tersangka penembakan massal di Los Angeles yang diidentifikasi sebagai Huu Can Tran (72), tewas setelah petugas kepolisian bersenjata mengepung sebuah van putih di Torrance, California, sekitar 12 jam setelah aksinya yang menewaskan 10 orang.

Los Angeles County, Sheriff Robert Luna mengatakan, van putih Tran terlihat di Torrance, sekitar 22 mil dari lokasi serangan hari Sabtu di studio tari Monterey Park.

Advertisement

Ketika petugas turun dari mobil patroli sekitar pukul 10.20 Minggu, mereka mendengar suara tembakan dari dalam van iti dan mereka kemudian meminta bantuan.

"Pukul 12:52 siang, tim SWAT sheriff kami mendekati dan mensterilkan van itu dan menentukan tersangka menderita luka tembak yang dilakukan sendiri dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian," kata Luna tentang Tran.

"Penyidik ​​melakukan penggeledahan di kendaraan dan menentukan laki-laki di dalam van itu adalah tersangka penembakan massal," tambahnya.

Luna mengatakan van itu cocok dengan deskripsi kendaraan yang terlihat saat meninggalkan lokasi serangan yang dibatalkan di Alhambra, setelah penembakan massal di aula dansa Monterey Park.

Ditambahkan juga, tidak ada tersangka lain yang sedang dipertimbangkan dan motif serangan itu juga masih diselidiki.

Polisi dengan perlengkapan taktis sempat mengepung van putih itu pada hari Minggu di tempat parkir Torrance, sekitar 22 mil barat daya tempat serangan Sabtu malam terjadi di studio tari Monterey Park, Los Angeles setelah memburu pelaku bersenjata itu selama berjam-jam.

Saat pengepungan dilakukan petugas polisi bersenjata itu, jendela van tersebut sempat dipecahkan oleh polisi agar bisa memasuki kendaraan itu. Namun seperti diberitakan media AS, saat polisi berhasil memasuki van, mereka menemukan pria itu sudah tewas.

Diduga kuat pria tersebut menembak dirinya sendiri sebelum petugas kepolisian memasuki vannya.

Penyelidik belum memastikan apakah pria atau van itu terkait dengan serangan di dekat Monterey Park, Los Angeles, Amerika Serikat.

Setidaknya 10 orang tewas setelah penembakan di sebuah studio tari di pada Sabtu malam saat ribuan warga Tionghoa memperingati Tahun Baru Imlek di sana.

Sepuluh lainnya terluka dan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis

Pria bersenjata itu melarikan diri dari tempat kejadian dan mungkin mencoba menargetkan studio tari kedua di dekat Alhambra, kata polisi

Di Alhambra, pengunjung tempat tari berhasil merebut senjata dari tersangka tetapi dia berhasil lolos

Monterey Park yang terletak sekitar tujuh mil (11km) timur Los Angeles adalah rumah bagi mayoritas komunitas Asia.

Ribuan orang sebelumnya telah berkumpul untuk festival Tahun Baru Imlek di kota tersebut

Motif serangan itu, salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah California baru-baru ini, masih belum jelas

Minggu pagi, Robert Luna mengatakan, penyerang Monterey Park itu diduga juga berusaha  menembak tempat dansa lain beberapa mil jauhnya, tetapi dilawan oleh pelanggan.

Pihak berwenang juga merilis foto tersangka yang menurut Luna diambil saat yang bersangkutan berada di studio kedua.

Luna mengatakan, pria Asia dengan senjata itu juga sempat memasuki Lai Lai Ballroom di dekat Alhambra sekitar 20 hingga 30 menit setelah penembakan pertama di Star Ballroom Dance Studio di Monterey Park, sebuah komunitas yang didominasi orang Asia-Amerika.

"Namun pengunjung di Lai Lai itu berhasil merebut senjata yang bukan senapan serbu dari tersangka yang melarikan diri dengan sebuah van itu," kata Luna. 

Pihak berwenang yakin kedua peristiwa itu terkait tetapi tidak memberikan rincian tentang motifnya.

Penembakan dan perburuan menciptakan ketakutan bagi komunitas Asia-Amerika di daerah Los Angeles serta membuat kota-kota lain mengerahkan  petugas tambahan untuk mengawasi  perayaan tersebut dengan ketat.

"Prioritas kami, selain merawat para korban dan penyintas dari insiden mengerikan ini, adalah kami menyingkirkan pria ini dari jalanan," kata Luna.

Huu Can Tran, Sabtu malam melakukan tembakan massal usai ribuan warga Tionghoa di Monterey Park, Los Angeles, Amerika Serikat merayakan Tahun Baru Imlek yang menyebabkan 10 orang tewas dan 10 lainnya terluka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES