Peristiwa Internasional

Marah Melihat Aksi Pembakaran Alquran di Swedia, MUI: Itu Tak Beradab 

Senin, 23 Januari 2023 - 14:33 | 35.48k
Politikus partai sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan, membakar Alquran saat demonstrasi anti-Erdogan (FOTO: REUTERS)
Politikus partai sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan, membakar Alquran saat demonstrasi anti-Erdogan (FOTO: REUTERS)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Demonstrasi yang terjadi di Stockholm, Swedia diwarnai aksi pembakaran Alquran, Sabtu (21/1/2023) kemarin waktu setempat. Ini adalah aksi protes terhadap Turki dan tolak Swedia bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO.

Aksi itu pun tak hanya meningkatkan ketegangan Swedia dengan Turki, namun juga menuai kecaman karena sudah dinilai melampaui batas dengan aksi pembakaran Alquran tersebut. Salah satunya kecaman datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Advertisement

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, pihaknya mengecam keras dan sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh kelompok ekstrim kanan yg dipimpin oleh Rasmus Paludan tersebut.

Ini, kata dia, sudah dilakukan beberapa kali oleh Paludan dan kelompoknya. Tindakan ini beberapa waktu yang lalu menuai konflik di beberapa tempat di Swedia. Ini bukan saja tindakan yang sangat memalukan, akan tetapi juga tindakan yang tidak beradab. 

"Paludan dan kelompok ekstrim ini adalah kelompok uncivilized, tak beradab dan menjadi musuh bagi semua orang yang berpikiran sehat," katanya dalam keterangan tertulis kepada TIMES Indonesia, Senin (23/1/2023).

Tokoh Muhammadiyah itu menyampaikan, Paludan dan kelompok ekstrim ini secara sengaja terus menebar xenofobia, rasialis, dan sekaligus islamofobia. 

Kelompok ini, lanjut dia, benar-benar telah melakukan pelanggaran berat terhadap prinsip keharusan menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak beragama. 

Menurutnya, Swedia seharusnya sudah menjadi negara dimana hak dan kebebasan beragama setiap warga dijamin secara hukum dan Politik. Karena itu penerintah Swedia harus menindak tegas Paludan dan semua pihak yang melindungi tindakan kelompok ekstrimis ini. 

Jika tidak, kata dia, maka ekstrimisme dan islamofobia akan terus menyebar dan membahayakan kemanusiaan di mana mana. 

"Akan tetapi saya heran, meskioun sdh dilakukan beberapa kali, pemerintah Swedia belum menindak tegas Paludan. Ini sama saja pemerintah melakukan pembiaran terhadap Islamofobia dan bertentangan dengan keputusan PBB untuk melawan Islamofobia," katanya.

Oleh karenanya, ia pun mendesak kepada Duta Besar Swedia untuk Indonesia agar menyampaikan penjelasan secara terbuka terkait dengan kasus ini dan berjanji akan menindak dan menghentikan seluruh bentuk ekstrimisme. 

"Disamping itu, hemat saya Kemenlu seharusnya melakukan Diplomatic appeal kepada Dubes Swedia di Jakarta. Berikan peringatan kepada Dubes Swedia agar pelaku ditindak dan pemerintah Swedia harus beritikad baik untu lawan Islamofobia.  Jangan sampai, hubungan persahabatan Swedia-Indonesia ini terganggu karena kasus ini dibiarkan," ujarnya.

Selain MUI, PM Swedia Ulf Kristersson juga mengecam pembakaran Alquran yang dilakukan politikus sayap kanan Rasmus Paludan tersebut. Ia menilai, aksi itu meningkatkan ketegangan dengan Turki.

"Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi. Tapi apa yang legal belum tentu sesuai. Membakar buku yang suci bagi banyak orang adalah tindakan yang sangat tidak sopan," katanya dilansir dari AFP.

Ia pun menegaskan satu suara dengan umat Islam yang mengecam hal tersebut. "Saya ingin mengungkapkan simpati saya untuk semua Muslim yang tersinggung dengan apa yang terjadi di Stockholm hari ini," jelasnya.

Diketahui, pembakaran Alquran dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras. Paludan, yang juga berkewarganegaraan Swedia, juga pernah menggelar sejumlah demonstrasi anti Turki di masa lalu.

Aksi Paludan ini pun semakin merusak hubungan ketika Stockholm mencoba meyakinkan anggota NATO, Turki , untuk menyetujui Swedia dan Finlandia bergabung dengan aliansi militer. Banyak negara Muslim yang marah dengan aksi pembakaran Alquran itu. termasuk MUI. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES