Peristiwa Internasional

Singa Tertua di Dunia Mati Ditombak Penggembala Kenya

Sabtu, 13 Mei 2023 - 16:53 | 303.81k
Loonkiito dengan wajah yang menakutkan ini dipuji oleh para ilmuwan karena usia tuanya. (FOTO: The Sun)
Loonkiito dengan wajah yang menakutkan ini dipuji oleh para ilmuwan karena usia tuanya. (FOTO: The Sun)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTASinga tertua di dunia, Loonkiito bernasib tragis, mati ditombak penggembala di Kenya, Afrika saat memangsa ternak mereka.

Loonkiito adalah singa liar tertua di dunia dengan umur mencapai 19 tahun.

Advertisement

Singa ini dibunuh secara brutal oleh penduduk desa saat memangsa ternak.

Loonkiito sempat  membuat takjub para ilmuwan setelah umurnya melewati batas usia singa liar pada umumnya yang hanya 13 tahun.

Dilansir The Sun, Loonkiito mati di desa Olkelunyiet, Kenya setelah mengembara untuk mencari makanan, menurut Kenya Wildlife Service.

Juru bicaranya,  Paul Jinaro mengatakan, itu adalah singa tua yang memiliki masalah dengan mendapatkan mangsanya sendiri dan ternak adalah mangsa yang mudah.

"Singa normal akan mencari satwa liar di dalam taman," tambahnya.

Prajurit dari Maasai Morans menikamnya sampai mati setelah dia mencoba memakan ternak mereka.

Desa tempat dia dibunuh penduduk berada di tepi Taman Nasional Amboseli, salah satu taman margasatwa paling terkenal di Kenya.

Paula Kahumbu, pelestari satwa liar mengatakan, dia sedih atas pembunuhan Loonkiito itu.

"Ini adalah titik puncak konflik manusia-satwa liar dan kita perlu berbuat lebih banyak sebagai negara untuk melestarikan singa, yang menghadapi kepunahan," katanya seperti dilansir BBC 

Dinas Margasatwa Kenya menyebut Loonkiito sebagai "pejuang kucing besar legendaris", yang dikenal karena mempertahankan wilayahnya.

Lion Guardians, sebuah organisasi nirlaba memposting penghargaan emosional untuk singa yang disayanginya itu.

Mereka mengatakan, satu dekade yang lalu, mereka tidak memiliki singa yang bertahan hidup melewati usia 10 tahun di lanskap ini.

"Bahwa Loonkiito dan singa tua lainnya masih ada di alam liar saat ini adalah karena upaya banyak orang, terutama masyarakat yang menanggung beban berbagi tanah dengan singa," tulis mereka.

"Berkat mereka, kita sekarang menyaksikan singa hidup melewati tahun-tahun 'emas' mereka," tambahnya.

Pada tahun 2020, seorang pecinta alam yang membesarkan dua singa putih langka sejak mereka masih kecil dianiaya sampai mati oleh mereka dalam serangan horor.

Konservasionis West Mathewson, sedang bergulat dengan singa betina kesayangannya Demi dan Tanner saat itu ketika kemudian salah satu dari hewan itu menyerangnya.

Hewan yang sama mencakar seorang pekerja pertanian sampai mati pada tahun 2017 di Tree Top Lodge Mr Mathewson di Hoedspruit dekat Taman Nasional Kruger Afrika Selatan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES