Peristiwa Internasional

Basuki Hadimuljono Promosikan Indonesia dan Jalin Kerja Sama Infrastruktur

Senin, 11 September 2023 - 20:20 | 49.01k
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 tahun 2024  di Beijing, Senin (11/9/2023) (Foto: Antara)
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Beijing, Senin (11/9/2023) (Foto: Antara)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, memainkan peran kunci dalam mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 tahun 2024 dan mencari potensi kerja sama infrastruktur di World Water Congress ke-18 yang diselenggarakan di Beijing, Senin (11/9/2023)

Tantangan Global dalam Manajemen Air

World Water Congress ke-18, yang bertemakan "Water for All: Harmony between Humans and Nature," merupakan platform penting untuk mempromosikan koordinasi dan keseimbangan antara kebutuhan air oleh manusia dan alam. Dalam pembukaan acara ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan pentingnya manajemen air yang berkelanjutan dalam mendukung Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG) keenam. Meskipun kebutuhan air global terus meningkat, ketersediaan dan kualitas air semakin sulit dengan memburuknya lingkungan dan perubahan iklim.

Advertisement

"Kita perlu berupaya mewujudkan SDG ke-6, yang mencakup ketersediaan air bersih dan sanitasi layak bagi semua, untuk memastikan keberlanjutan air bagi generasi masa depan," ungkap Menteri Basuki.

Selain menjadi prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan dasar, manajemen air yang baik juga penting dalam mendukung pemberantasan kemiskinan dan kelaparan di seluruh dunia.

Indonesia Sebagai Tuan Rumah World Water Forum ke-10

Salah satu sorotan utama dari partisipasi Indonesia dalam World Water Congress ke-18 adalah mempromosikan peran negara ini sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 yang akan berlangsung di Bali pada 18-24 Mei 2024. World Water Forum adalah forum air internasional terbesar di dunia yang dihadiri oleh para pengambil keputusan tingkat tinggi, termasuk kepala negara, anggota parlemen, menteri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menangani masalah air global yang mendesak.

Menteri Basuki Hadimuljono mengharapkan bahwa partisipasi Indonesia dalam World Water Congress akan membantu mengundang lebih banyak peserta ke World Water Forum di Bali tahun depan. Upaya ini akan mengintegrasikan pemikiran dan solusi dari berbagai negara dan pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan air global.

Kerja Sama Infrastruktur dengan Negara-Negara Mitra

Selain promosi World Water Forum, Menteri Basuki Hadimuljono juga menggunakan kesempatan ini untuk menjajaki potensi kerja sama infrastruktur antara Indonesia dan negara-negara mitra, terutama China. Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama infrastruktur dengan negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan untuk mengatasi tantangan manajemen air yang kompleks di berbagai daerah.

Salah satu contoh kerja sama yang telah berjalan adalah proyek Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, yang dimulai pada tahun 2020. Proyek ini didanai dengan dana hibah sebesar 28,19 juta RMB (sekitar Rp56,1 miliar) dari pemerintah China. Selain itu, Indonesia juga menjalin kerja sama dalam pembangunan tiga bendungan lainnya, yaitu Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan, Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, dan Bendungan Lambakan di Kalimantan Timur.

Dalam konteks Investasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono mengundang China untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur perairan di Indonesia. IKN, yang merupakan proyek besar pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur, menjadi salah satu proyek yang menarik bagi investasi asing.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra Saleh Atmawidjaja, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan promosi proyek IKN ke berbagai negara, termasuk China, untuk mendukung pembangunan infrastruktur perairan yang penting bagi proyek ini.

"Kita bekerja sama dengan China, Jepang, Korea, dan Belanda dalam berbagai aspek,

Judul: Menteri Basuki Hadimuljono Promosikan Indonesia sebagai Tuan Rumah World Water Forum dan Kerja Sama Infrastruktur di World Water Congress ke-18

Beijing, 11 September 2023 - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono, berperan penting dalam mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 tahun 2024 dan mencari potensi kerja sama infrastruktur di World Water Congress ke-18 di Beijing.

Basuki Hadimuljono, yang hadir dalam World Water Congress dengan tema "Water for All: Harmony between Humans and Nature," menyampaikan bahwa World Water Congress lebih fokus pada pertemuan para pakar di bidang perairan, sedangkan World Water Forum di Bali tahun depan akan memiliki fokus yang berbeda.

"Sudah ada sekitar 30-an orang yang telah saya berangkatkan ke acara ini, mereka terbagi dalam enam topik berbeda. Kami akan mengumpulkan hasil-hasil yang kami peroleh, terutama dalam hal inovasi dan teknologi yang berkaitan dengan manajemen air," kata Basuki.

Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama dengan negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan untuk mengatasi tantangan manajemen air yang kompleks di berbagai daerah. Proyek-proyek seperti Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara dan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan merupakan contoh kerja sama infrastruktur antara Indonesia dan China yang telah berjalan.

Dalam konteks Investasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono mengundang China untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur perairan di Indonesia. IKN, yang merupakan proyek besar pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur, menjadi salah satu proyek yang menarik bagi investasi asing.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra Saleh Atmawidjaja, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan promosi proyek IKN ke berbagai negara, termasuk China, untuk mendukung pembangunan infrastruktur perairan yang penting bagi proyek ini.

Dalam acara World Water Congress, Indonesia juga menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan World Water Forum ke-10 yang akan diadakan di Bali pada tahun 2024. Lebih dari sekadar pertemuan, World Water Forum adalah sebuah proses yang melibatkan pengambil keputusan tingkat tinggi, termasuk kepala negara, anggota parlemen, menteri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menangani masalah air yang mendesak.

Indonesia terus berupaya untuk menggalang dukungan global dalam mengatasi tantangan air yang semakin kompleks, seiring dengan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi. Upaya ini akan menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi semua, sejalan dengan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG) keenam.

Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya memperkuat komitmen global dalam mengatasi masalah air. Integrasi hasil pertemuan World Water Congress dengan agenda internasional lainnya terkait sumber daya air hingga World Water Forum ke-10 di Bali menjadi langkah kunci dalam menghadapi tantangan global terkait air.

"Kita di sini bukan untuk bersaing, tetapi untuk bersinergi dan saling melengkapi. Kita membangun kemitraan dan aliansi untuk mengubah ide menjadi tindakan nyata dalam menjaga keberlanjutan air untuk generasi masa depan," tegas Basuki Hadimuljono.

Indonesia juga mendirikan satu stan dalam World Water Congress untuk mempromosikan World Water Forum ke-10, dengan menampilkan tari-tarian, musik angklung, dan menyediakan kopi gratis bagi pengunjung.(d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

Konten promosi pada widget ini bukan konten yang diproduksi oleh redaksi TIMES Indonesia. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES