Peristiwa Internasional

Warga Palestina Makin Teraniaya, dari Utara Diusir ke Selatan, Kini Diusir Lagi ke Barat

Sabtu, 18 November 2023 - 17:25 | 24.08k
Asap mengepul setelah serangan Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (18/11/2023). (FOTO: Hindustan Times/AP)
Asap mengepul setelah serangan Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (18/11/2023). (FOTO: Hindustan Times/AP)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Nasib warga Palestina di Gaza makin teraniaya setelah mereka "diusir" dari Utara agar ke Selatan, kini setelah sampai di Selatan mereka diusir lagi agar ke Barat karena tentara zionis berdalih sedang memerangi kelompok Hamas.

Jutaan warga Palestina dari Gaza Utara yang sudah berada di pengungsian di Gaza selatan, kota Khan Younis, kini dipaksa pindah lagi ke Gaza Barat.

Kamis malam, Israel mengedarkan selebaran di wilayah timur Khan Younis meminta agar masyarakatnya mengungsi ke tempat penampungan, karena mereka akan melakukan operasi militer.

terluka-setelah-serangan.jpgWarga Palestina mengevakuasi seorang wanita yang terluka setelah serangan udara Israel di kota Khan Younis di Gaza selatan pada hari Senin. (FOTO: The New York Times)

Sabtu pagi tadi Israel melakukan serangan udara Israel ke blok pemukiman di Gaza selatan dan sekali lagi telah dengan seenaknya membunuh 32 warga Palestina.

Tindakan seperti itu tentu saja bisa memaksa ratusan ribu warga Palestina yang sudah melarikan diri ke selatan dari serangan Israel di Gaza utara, kini terpaksa pindah lagi, bersama dengan penduduk Khan Younis, sebuah kota berpenduduk lebih dari 400.000 jiwa, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan yang mengerikan

"Saya tahu ini tidak mudah bagi mereka, tapi kami tidak ingin melihat warga sipil terjebak dalam baku tembak," kata ajudan Menteri Israel Benjamin Netanyahu,  Mark Regev, seperti disampaikan kepada MSNBC Jumat (17/11/2023).

Regev mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel harus maju ke kota untuk mengusir pejuang Hamas dari terowongan bawah tanah dan bunker, namun tidak ada "infrastruktur besar" seperti itu di wilayah yang kurang dibangun di sebelah barat.

"Saya yakin mereka tidak perlu pindah lagi jika mereka berada di barat," katanya lagi.

"Kami meminta mereka untuk pindah ke daerah yang diharapkan ada tenda dan rumah sakit lapangan," tambahnya.

Karena lagi, lanjut Regev, wilayah barat lebih dekat dengan perbatasan Rafah dengan Mesir. " Dimana bantuan kemanusiaan bisa didatangkan secepat mungkin," ujarnya.

Pengusiran warga Gaza yang sudah teraniaya ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan dan mengerikan.

Menurut Hamas, yang telah memerintah Gaza sejak 2007, penyerbuan dari udara dan darat tentara Israel telah menyebabkan 12.000 orang, termasuk 5.000 anak-anak meninggal dunia.

Jumat malam, Israel kembali memberi isyarat bahwa mereka memperluas serangannya di Gaza hingga mencakup bagian selatan wilayah tersebut, setelah mengklaim kendali atas wilayah utara dan mengambil alih sebuah rumah sakit di Kota Gaza yang diidentifikasi sebagai prioritas dalam operasi militernya.

Juru bicara utama militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan pada Jumat malam, bahwa pasukannya akan melanjutkan serangan mereka di setiap tempat di mana Hamas berada,  tak terkecuali di selatan jalur tersebut.

Pernyataannya mengindikasikan tentang fase baru dalam perang Israel melawan Hamas, tiga minggu setelah invasi darat dan kurang dari tiga hari setelah pasukan Israel memasuki halaman rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa, dan mengatakan bahwa kelompok bersenjata tersebut telah menggunakannya sebagai pusat komando.

Nasib warga Palestina pun makin teraniaya karena kini mereka harus mengungsi lagi dengan berjalan kaki puluhan kilometer, setelah "diusir" dari Gaza Utara  ke Selatan, dan kini dari Selatan diusir lagi ke Barat karena tentara Israel sedang memerangi kelompok Hamas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES