Peristiwa Internasional

5 Negara Mendapatkan Penghargaan WHO Karena Alasan Ini

Kamis, 01 Februari 2024 - 06:14 | 20.30k
Hurizat, anggota WHO mengecek label produk di sebuah supermarket. (Foto: WHO/Sue Price)
Hurizat, anggota WHO mengecek label produk di sebuah supermarket. (Foto: WHO/Sue Price)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memberikan penghargaan kepada lima negara dengan prestasi luar biasa. Penghargaan ini berkaitan dengan upaya mereka untuk mengeliminasi asam lemak trans industri (iTFA).

Kelima negara tersebut antara lain Denmark, Lithuania, Polandia, Arab Saudi, dan Thailand.  negara-negara tersebut menerima sertifikat pengakuan atas kebijakan terbaik yang mereka terapkan, didukung oleh sistem pemantauan dan penegakan yang memadai.

Beberapa alasan menjadi barometer WHO memberikan penghargaan ini.  Lalu, apa alasan di balik penghargaan ini?

5 Kriteria Pemberian Penghargaan

Kelima negara ini telah menunjukkan komitmen serius dalam menerapkan kebijakan terbaik untuk menghilangkan iTFA dari pasokan makanan mereka. Langkah-langkah konkret yang mereka ambil mencakup regulasi ketat terkait produksi makanan. Penandaan yang jelas dan dukungan untuk inovasi dalam formulasi produk makanan yang lebih sehat.

Selain kebijakan, negara-negara ini juga membangun sistem pemantauan dan penegakan yang efektif. Mereka memastikan bahwa langkah-langkah penghapusan iTFA benar-benar diterapkan di berbagai tingkatan produksi makanan. Hal tersebut dilakukan dengan pemantauan yang ketat terhadap kepatuhan terhadap kebijakan.

"Kami sangat bahagia bahwa sekarang banyak negara yang sudah menerapkan laangan dan pembatasan penggunaan lemak jenuh dalam produk makanan mereka," ungkap Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Utama WHO dilansir dari laman resmi mereka.

Sejak 2018

WHO menetapkan target ambisius pada tahun 2018 untuk sepenuhnya menghilangkan iTFA dari pasokan makanan global pada akhir 2023. Lima negara ini berhasil mencapai atau melampaui target ini, menunjukkan dedikasi mereka terhadap kesehatan masyarakat.

Lemak trans, terutama iTFA, memiliki dampak buruk pada risiko serangan jantung dan kematian akibat penyakit jantung. Kelima negara ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan jantung penduduknya dengan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengurangi konsumsi iTFA.

Melalui kebijakan dan upaya mereka, kelima negara ini telah meningkatkan lingkungan makanan bagi jutaan orang. Langkah ini diperkirakan dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi beban penyakit kardiovaskular.

Sejak tahun 2018, WHO telah memimpin perang melawan lemak trans industri, terutama iTFA. Lemak trans industri diproduksi melalui proses hidrogenasi parsial dan banyak digunakan dalam makanan olahan, seperti makanan goreng, kue, dan makanan siap saji. Konsumsi iTFA dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Apa itu Lemak Trans?

Menurut WHO lemak trans adalah jenis lemak yang dapat meningkatkan jumlah kolesterol jahat dalam tubuh. Ini membuat senyawa tersebut lebih stabil dan memiliki titik lebur yang tinggi, sehingga sering digunakan dalam industri makanan. Lemak trans dapat ditemukan dalam makanan olahan dan juga dalam produk hewani.

Konsumsi lemak trans industri, diketahui meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular.

"Lemak trans itu tidak ada keuntungannya buat kesehatan, namun lebih banyak jeleknya," tambah Ghebreyesus.

Penghargaan yang diberikan kepada Denmark, Lithuania, Polandia, Arab Saudi, dan Thailand merupakan penghargaan terhadap prestasi mereka.  memberikan contoh inspiratif bagi negara-negara lain untuk mengambil langkah serupa.

Perang melawan lemak trans terus menjadi fokus WHO, dengan harapan bahwa upaya ini akan membawa perubahan positif dalam kesehatan global. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES