Peristiwa Internasional

Israel Serbu Rafah, Jutaan Warga Palestina Makin Terjepit

Sabtu, 03 Februari 2024 - 09:16 | 18.43k
Anak-anak yang melarikan diri dari pertempuran di Jalur Gaza berjalan di atas kendaraan di sepanjang jalan yang penuh sesak di Rafah di bagian selatan wilayah Palestina pada 1 Februari. (FOTO: The Washington Post)
Anak-anak yang melarikan diri dari pertempuran di Jalur Gaza berjalan di atas kendaraan di sepanjang jalan yang penuh sesak di Rafah di bagian selatan wilayah Palestina pada 1 Februari. (FOTO: The Washington Post)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Setelah membunuh 27.131 warga Palestina di Gaza, kini tentara Israel bergerak menuju Rafah, tempat terakhir bagi para pengungsi mencari perlindungan dari kekejian pasukan zionis itu.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant mengatakan dalam sebuah postingan di media sosial, bahwa pasukannya telah berhasil dalam perjuangan mereka melawan Hamas di kota selatan.

Menteri Pertahanan Israel mengatakan, militernya akan fokus pada kota Rafah di Gaza paling selatan , tempat ratusan ribu warga Palestina mengungsi menyusul pemboman Israel di kota-kota lain, setelah militer menyelesaikan operasi di Khan Younis.

Khan Younis telah menjadi lokasi pertempuran sengit antara militer Israel dan kelompok militan dalam beberapa pekan terakhir.

Kini serangan udara dan darat Israel berpindah ke Rafah, kota paling selatan di wilayah tersebut, di mana lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza berlindung dari pemboman Israel.

"Kami sudah mencapai misi kami di Khan Younis, dan kami juga akan mencapai Rafah dan menghilangkan unsur-unsur teror yang mengancam kami," kata Gallant.

Pernyataan yang pernah dikeluarkan Yoav Gallant, bahwa mereka telah berhasil mengambil kendali penuh atas kota Khan Younis itu, nampaknya menjadi pengantar atas apa yang akan terjadi selanjutnya.

Terutama bagi mayoritas masyarakat Rafah yang lebih banyak tinggal di Rafah yang khawatir dengan langkah yang mungkin diambil militer Israel.

Masyarakat Palestina semakin tidak percaya, dan saat ini mereka tidak dapat mempercayai militer Israel, hanya karena mereka telah mengikuti perintah Israel sejak awal pertempuran ini.

Mereka kini tinggal di Rafah, yang merupakan wilayah terakhir yang tersisa di Jalur Gaza.

Lebih dari satu juta pengungsi Palestina kini ketakutan akan serangan militer baru Israel setelah menteri pertahanan Israel, Yoaf Gallant berjanji akan menyerang Rafah, sebuah wilayah yang pernah digambarkan sebagai zona aman. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES