Peristiwa Internasional

Hamas Tanggapi Positif, Mediator Siapkan Upaya Menuju Gencatan Senjata

Rabu, 07 Februari 2024 - 16:53 | 19.74k
Tentara Israel di Gaza tengah pada 8 Januari (FOTO: The Japan Times)
Tentara Israel di Gaza tengah pada 8 Januari (FOTO: The Japan Times)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mediator Amerika Serikat, Qatar dan Mesir sedang mempersiapkan upaya diplomatik untuk menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas mengenai rencana gencatan senjata di Jalur Gaza.

Upaya itu dilakukan setelah Hamas menanggapi dengan positif proposal pembebasan sandera dan perpanjangan jeda pertempuran yang diajukan.

"Hamas telah mengirimkan balasan "positif" terhadap proposal yang bertujuan untuk  membebaskan sandera yang tersisa di Gaza dan penghentian pertempuran secara berkelanjutan," kata perdana menteri Qatar. 

Hamas pada hari Selasa membalas kerangka kerja yang dibuat lebih dari seminggu yang lalu oleh kepala mata-mata AS dan Israel pada pertemuan di Paris dengan Mesir dan Qatar itu.

Rincian tanggapannya memang tidak diungkapkan.

Tapi dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya merespons dengan semangat positif, memastikan gencatan senjata yang komprehensif dan menyeluruh, mengakhiri agresi terhadap rakyatnya, memastikan bantuan, perlindungan, dan rekonstruksi, serta mencabut pengepungan di Jalur Gaza untuk mencapai tujuan yang diharapkan, antara lain pertukaran tahanan.

Kini AS sedang meninjau tanggapan Hamas itu, dan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken juga mengatakan, dia akan mendiskusikannya dengan pejabat Israel, Rabu (7/2/2024) hari ini.

Di Doha, Blinken mengatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. "Tetapi kami tetap yakin bahwa kesepakatan adalah mungkin, dan memang penting," ujarnya.

Qatar menggambarkan tanggapan Hamas secara keseluruhan “positif” sementara sumber keamanan Mesir mengatakan bahwa Hamas menunjukkan fleksibilitas.

"Kami membahas semua rincian kerangka yang diusulkan dengan pihak-pihak terkait untuk mencapai kesepakatan mengenai formula akhir sesegera mungkin," kata Kepala Layanan Informasi Negara Mesir, Diaa Rashwan.

Antony Blinken hari ini berada di Tel Aviv, Israel untuk bertemu dengan pejabat penting pemerintah guna mendesak jeda kemanusiaan ketika tekanan internasional dan domestik AS meningkat untuk mengakhiri konflik di Gaza .

Pertaruhan hari ini menjadi semakin besar ketika muncul berita, Selasa kemarin, bahwa  Hamas telah menanggapi  proposal yang dimaksudkan untuk menjamin kebebasan sandera yang tersisa yang ditahan oleh kelompok teroris tersebut dan penghentian pertempuran di Gaza secara berkelanjutan.

Antony Blinken diperkirakan akan mengadakan pertemuan seperti yang ia lakukan pada kunjungan sebelumnya di Israel, antara lain dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pejabat tinggi di kabinet perang Israel.

Dalam pertemuan tersebut, Blinken diperkirakan akan fokus mendorong Israel menuju jeda kemanusiaan, sebagaimana disebut oleh pemerintahan Biden, karena penangguhan pertempuran tersebut merupakan inti dari tujuan yang didorong AS baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Percakapan tersebut diperkirakan juga tidak akan mudah.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada hari Senin sebelumnya kembali menolak gagasan gencatan senjata, dengan mengatakan serangan akan terus berlanjut sampai kepemimpinan Hamas terbunuh.

Sepanjang konflik, Amerika Serikat mendapat tekanan yang kuat dan berkelanjutan agar para pejabat Israel mengubah posisi mereka dalam hal-hal seperti mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.

Warga di Rafah Ketakutan

Pertempuran antara Israel dan Hamas saat ini juga sedang berlangsung di berbagai wilayah kantong tersebut, dengan operasi di Khan Younis.

"Penggerebekan juga ditargetkan di Jalur Gaza utara dan tengah," kata militer Israel.

Dilansir CNN, bahwa tembakan Israel di Gaza termasuk penembakan sebuah blok apartemen, menyebabkan banyak korban di seluruh wilayah sejak Senin, serta pemboman intensif di lingkungan Al-Rimal di Kota Gaza.

Sementara itu di selatan, pengungsi Palestina yang berkumpul di tenda-tenda di Rafah menunggu dengan rasa takut akan kemungkinan serangan darat Israel terhadap kota tersebut. 

Mereka sudah tidak punya lagi tempat untuk berlari menyelamatkan diri ketika pasukan Israel masuk. 

Para pekerja bantuan juga  telah menyuarakan keprihatinan atas perluasan operasi militer, dimana  citra satelit juga telah menunjukkan  kota tenda darurat yang diperkirakan menampung lebih dari 1 juta warga sipil yang mengungsi akibat perang.

Setidaknya 27.585 warga Palestina meninggal dunia dalam serangan gencar Israel dan ribuan lainnya terluka.

Kini mediator AS, Mesir dan Qatar sedang mempersiapkan upaya diplomatik untuk menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas mengenai rencana gencatan senjata di Jalur Gaza setelah Hamas menanggapi dengan positif proposalnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES