Advertisement
Peristiwa Internasional

Mantan Wapres AS Mike Pence Tidak Akan Dukung Pencalonan Donald Trump di Pilpres

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, mengumumkan penolakannya untuk mendukung Donald Trump dalam pencalonan kembali di pemilihan presiden AS akhir tahun ini. ...

TIMES Indonesia,
Mantan Wapres AS Mike Pence Tidak Akan Dukung Pencalonan Donald Trump di Pilpres
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. (FOTO: Dok. Mike Pance).
A-AA+

JAKARTA Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, mengumumkan penolakannya untuk mendukung Donald Trump dalam pencalonan kembali di pemilihan presiden AS akhir tahun ini.

Hal tersebut ia sampaikan, Jumat (15/3/2024) lalu.

Advertisement

"Seharusnya tidak mengejutkan bahwa saya tidak akan mendukung Donald Trump tahun ini," katanya saat di televisi AS, Fox News yang dikutip TIMES Indonesia, Minggu (17/3/2024). 

Ia mengungkapkan sikapnya, dengan merujuk pada insiden penyerbuan Gedung Kapitol di Washington DC oleh para pendukung Trump pada 6 Januari 2021, yang dianggapnya sebagai salah satu alasan untuk tidak mendukung atasannya dari tahun 2016 hingga 2020.

Pada saat itu, Trump diduga telah menyatakan bahwa Politisi Partai Republik tersebut, pantas dihukum gantung karena tidak berupaya menghalangi pengesahan hasil pemilihan presiden AS 2020 yang dimenangkan oleh lawannya, Joe Biden.

Seorang politisi yang sebelumnya mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2024 itu, juga menyoroti perbedaan kebijakan dengan Trump, yang diperkirakan akan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden Partai Republik meskipun menghadapi masalah hukum dan kontroversi.

Di samping itu, sambil membanggakan prestasinya sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Trump dari 2016 hingga 2020, Pence menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat ke-45 itu, kini sedang menjauh dari prinsip-prinsip konservatif yang mereka dukung saat memimpin negara tersebut.

Advertisement

"Saya mesti menekankan bahwa selama kampanye pencalonan presiden, saya menyoroti kesenjangan signifikan antara saya dan Trump dalam berbagai hal yang lebih jauh dari sekadar perbedaan (pandangan) terkait kewajiban konstitusional yang saya tunaikan pada 6 Januari itu," jelasnya.

Selain itu, ia mencatat bahwa Trump mulai mengubah arah komitmennya terhadap penanganan utang nasional dan isu aborsi, dan telah mengalami perubahan sikap terhadap China dan aplikasi TikTok.

"Selama menyaksikan perkembangan pencalonannya, saya melihat Trump mulai meninggalkan komitmennya menangani utang negara. Saya juga melihatnya mulai menghindar dari komitmennya terhadap kesucian nyawa manusia," ujarnya.

Meskipun pejabat yang ditunjuk oleh Trump berpengaruh pada perubahan dalam kebijakan aborsi di AS, Pence menyoroti bahwa Partai Demokrat saat ini mendapatkan lebih banyak dukungan karena mendukung hak reproduksi.

"Donald Trump mengejar dan menegaskan agenda yang bertentangan dengan agenda konservatif yang dibangun selama empat tahun kepemimpinan kami yang lalu," tegasnya.

"Karena itulah, hati nurani saya tidak bisa mendukung Trump dalam kampanyenya kali ini," lanjutnya.

Perlu diketahui, meskipun mayoritas rival Trump di Partai Republik sudah menyatakan dukungan untuknya, Nikki Haley, calon presiden Partai Republik yang baru-baru ini membatalkan pencalonannya, belum mengungkapkan dukungannya terhadap Donald Trump. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

F
PenulisFarid Abdullah Lubis Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia