Peristiwa Internasional

Israel Berambisi Serang Balik, Iran Tak Akan Menahan Diri

Selasa, 16 April 2024 - 08:14 | 19.08k
Iran menggunakan rudal hipersonik dalam serangannya ke Israel (Foto: @GlobeEyeNews)
Iran menggunakan rudal hipersonik dalam serangannya ke Israel (Foto: @GlobeEyeNews)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Israel masih siaga tinggi dan berencana akan melakukan serangan balik usai Iran melakukan pembalasan, dan Iran juga tidak akan menahan diri ketika garis merahnya dilanggar.

Iran melakukan pembalasan dengan meluncurkan ratusan drone dan rudal ke wilayah Israel lebih dulu menghujani gedung Kedubes Iran di Damaskus, Suriah.

Serangan itu menyebabkan tujuh anggota Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran meninggal dunia, termasuk dua komandan seniornya, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Jenderal Mohammad Hadi Hajriahimi.

Usai membalas, Iran berharap Israel tidak membalas balik. "Republik Islam tidak mencari ketegangan di kawasan dan berkomitmen terhadap hukum dan peraturan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanaani.

Serangan balasan yang dilakukan Iran terhadap Israel, Sabtu lalu adalah respon tegas terhadap agresi Israel yang terang-terangan itu.

Presiden Iran, Ebrahim Raisi juga memperingatkan Israel agar tidak melakukan pembalasan yang 'sembrono'  dan memperingatkan bahwa hal itu akan membuat  tanggapan Iran yang lebih tegas dan lebih kuat.

Namun Kabinet perang Israel yang baru saja menyelesaikan pertemuan, dan laporan media mengatakan Israel ingin memulai tindakan terhadap Iran dengan berkoordinasi dengan AS. 

Channel 12 News melansir tujuan Israel yang berkeinginan melakukan serangan balik itu itu untuk menyakiti Iran tanpa menyebabkan perang habis-habisan. 

Jika hal ini benar, maka keinginan untuk melakukan serangan terhadap Iran, bersama dengan AS, menjadi bertolak belakang dengan komentar yang disamlaikan kepada Joe Biden. 

Para pejabat mengatakan, Joe Biden telah memperingatkan Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan ambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran.

Iran Tidak Akan Menahan Diri

"Iran juga tidak akan menahan diri ketika garis merahnya dilanggar," kata penasihat utama komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Iraj Masjedi, Senin, seperti dilansir kantor berita Iran IRNA. 

"Republik Islam tidak menginginkan perang namun juga tidak akan menahan diri dalam menghadapi agresi musuh terhadap garis merahnya," kata Masjedi.

Masjedi mengatakan meskipun Amerika Serikat mendesak Iran untuk menahan diri, namun pada saat yang sama mereka juga mendukung tindakan rezim Israel.

"Iran tidak akan ragu untuk memberikan respon yang cepat dan terpadu terhadap tindakan agresi apa pun," tambah Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi dalam pesannya hari Senin untuk memperingati Hari Tentara Nasional di Iran.  

"Serangan balasan Iran terhadap Israel akhir pekan lalu, yang dijuluki Operasi Janji Sejati, dilakukan bekerja sama dengan Divisi Dirgantara IRGC, Angkatan Darat, dan Kementerian Pertahanan," tambah Mousavi.

Iran baru-baru ini melakukan banyak latihan militer gabungan untuk meningkatkan keamanan nasionalnya.

Sementara Israel masih siaga tinggi dan berencana akan melakukan serangan balik usai Iran melakukan pembalasan. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES