Peristiwa Internasional

Konflik Iran dan Israel, Pakar UMM: Indonesia Tidak Boleh Memihak Siapapun

Kamis, 18 April 2024 - 10:58 | 17.23k
Ilustrasi bendera Iran dan bendera Israel. (Foto: IStock photo)
Ilustrasi bendera Iran dan bendera Israel. (Foto: IStock photo)

TIMESINDONESIA, MALANG – Negara perlu mengambil sikap yang bijak dalam memberikan respon terhadap gejolak yang terjadi di dunia. Hal itu agar tidak ada konflik baru yang timbul dari respon yang dikeluarkan oleh sebuah negara.

Dalam konflik antar negara yang terjadi antara Iran dan Israel, Pakar Ilmi Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Gonda Yumitro SIP MA PhD memberikan saran bagaiamana Indonesia harus bersikap.

Dosen Hubungan Internasional itu mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh memihak siapapun dan perlu berhati-hati menyikapi dinamika yang berkembang. Salah satu alasanya adalah kerena banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya,nhal ini membuat Indonesia harus lebih bijak dan tetap pada sikap konstitusi yakni mendukung perdamaian dunia dan menentang segala macam bentuk penjajahan.

“Tentu, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia. Menolak keras segala bentuk serangan yang dapat menimbulkan korban sipil. Maka menurut saya, Indonesia tetap pada posisi normatif, dan memikirkan kondisi WNI yang bisa terdampak di kawasan,” tambahnya.

Prof Gonda menyampaikan, perang yang berkelanjutan perlu dihindari. Segala upaya yang ada perlu ditingkatkan untuk mencegah perang yang lebih luas terjadi.

Dari data yang dihimpun, database KBRI Amman mencatat bahwa terdapat 115 WNI yang berada di Israel. Mayoritas menetap di Jerussalem, Tel Aviv dan Arava. Sedangkan KBRI Tehran mencatat terdapat 376 WNI yang menetap di Iran, yang mayoritas adalah pelajar atau mahasiswa di kota Qom.

"Masyarakat Indonesia juga perlu memiliki pandangan yang lebih kritis supaya tidak merugikan kepentingan nasional di kawasan, mengingat banyaknya WNI yang tinggal di Timur Tengah," pungkasnya.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES