Peristiwa Internasional

Israel Berencana Serang Nuklir Iran

Kamis, 18 April 2024 - 20:54 | 25.58k
Pemandangan proyek air berat Arak 190 km (120 mil) barat daya Teheran, dimana negara-negara Barat khawatir fasilitas ini bisa menyediakan plutonium bagi Iran untuk senjata nuklir. (FOTO: VOA)
Pemandangan proyek air berat Arak 190 km (120 mil) barat daya Teheran, dimana negara-negara Barat khawatir fasilitas ini bisa menyediakan plutonium bagi Iran untuk senjata nuklir. (FOTO: VOA)

TIMESINDONESIA, JAKARTAIsrael disebut-sebut sedang merencanakan menyerang fasilitas nuklir Iran.

Mantan direktur intelijen Mossad, Zohar Palti seperti dilansir Sky News menyampaikan kepada The World, bahwa Israel memasukkan salah satu opsi menargetkan fasilitas nuklir di Iran untuk menanggapi serangan Iran Sabtu lalu.

Zohar Palti bersama Yalda Hakim berbicara hal itu di Yerusalem tentang kemungkinan tanggapan setelah Iran meluncurkan lebih dari 300 rudal dan drone ke Israel.

Ketika ditanya apakah semua hal sudah dibahas, termasuk menargetkan fasilitas nuklir, Palti menyatakan "Tidak diragukan lagi, dan semuanya sudah dibahas saat ini."

Ketika ditanya apakah hal itu termasuk fasilitas nuklir, dia berkata, "Termasuk semuanya."

Iran untuk sementara waktu menutup fasilitas nuklirnya sejak hari Minggu karena pertimbangan keamanan dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah mengeluarkan larangan bagi para pengawasnya selama dua hari.

Sementara itu, Panglima tertinggi divisi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ahmad Haghtalab yang bertugas melindungi fasilitas nuklir Iran telah mengancam Israel dengan tindakan balas dendam jika Israel memburu situs-situs nuklir.

"Fasilitas nuklir musuh Zionis telah terdentifikasi kami. Bahkan semua informasi yang diperlukan dari semua target tersedia untuk kami," kata Ahmad Haghtalab seperti dikutip dari situs berita semi resmi Iran, Tasnim.

"Jari-jari kami siap menembakkan rudal yang kuat untuk menghancurkan target yang ditentukan sebagai respons terhadap potensi serangan mereka," tambahnya 

Komando Nuklir IRGC  pertama kali disebutkan secara publik pada Maret 2022 setelah beberapa serangan sabotase yang dituduhkan dilakukan oleh Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.

Ahmad Haghtalab juga menyarankan agar Teheran mempertimbangkan kembali kebijakannya untuk tidak membuat bom nuklir.

"Jika rezim Zionis palsu ingin menggunakan ancaman serangan terhadap pusat-pusat nuklir negara kita sebagai alat, maka mempertimbangkan kembali doktrin dan kebijakan Republik Islam Iran, dan menyimpang dari pertimbangan yang disebutkan sebelumnya adalah hal yang mungkin dan bisa dibayangkan," kata dia.

Presiden Iran, Ebrahim Raisi juga memperingatkan, bahwa "invasi sekecil" apapun yang dilakukan Israel, akan menimbulkan respons yang "besar dan keras", karena kawasan tersebut bersiap menghadapi potensi pembalasan Israel setelah serangan Iran pada akhir pekan.

Ebrahim Raisi menyampaikan hal itu pada parade militer tahunan, yang dipindahkan ke barak di utara ibu kota, Teheran, dari tempat biasanya di jalan raya di pinggiran selatan kota.

Pihak berwenang Iran tidak memberikan penjelasan mengenai relokasi tersebut, dan televisi pemerintah tidak menyiarkannya secara langsung, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut sebuah laporan, Israel mempertimbangkan untuk segera memberikan tanggapan terhadap serangan Iran pada hari Sabtu, namun memutuskan untuk tidak melakukannya.

"Israel mempertimbangkan untuk melakukan tindakan pembalasan pada Senin malam, sebelum akhirnya menundanya," kata lima sumber Israel dan AS kepada Axios .

Para pejabat Israel dilaporkan mengatakan kepada outlet tersebut bahwa kabinet perang berubah pikiran mengenai tindakan militer “untuk alasan operasional.

Sumber-sumber Amerika mengatakan, bahwa AS tidak yakin dengan skala tanggapan yang direncanakan Israel, namun berpikir kemungkinan besar hal itu akan memprovokasi Iran untuk melakukan tindakan militer. 

Para pejabat dilaporkan mengatakan bahwa kepala staf IDF, Jenderal Hertzi Halevi dan mantan jenderal kabinet lainnya, menteri pertahanan Yoav Gallant dan menteri Benny Gantz dan Gadi Eizenkot berusaha sekuat tenaga agar militer memberikan tanggapan.

Sementara Perdana Menteri Israel,  Benjamin Netanyahu dan pemimpin IDF Partai Shas yang ultra-ortodoks, Aryeh Deri, dikatakan "lebih berhati-hati".

Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel pada akhir pekan lalu sebagai balasan atas serangan Israel terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah pada 1 April yang menewaskan 12 orang, termasuk dua jenderal Iran.

Israel, dengan bantuan dari Amerika Serikat, Inggris, negara tetangga Yordania dan negara-negara lain, berhasil mencegat sebagian besar  rudal dan drone itu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES