Peristiwa Internasional

Kuburan Massal Ditemukan di Gaza, Sebagian Jenazah Tangan dan Kaki Terikat

Rabu, 24 April 2024 - 18:41 | 20.78k
Orang-orang bekerja untuk memindahkan jenazah warga Palestina yang meninggal dunia karena dibunuh militer Israel dari halaman rumah sakit Nasser di Khan Younis ke lokasi pemakaman layaknya. (FOTO: Al Jazeera/Reuters)
Orang-orang bekerja untuk memindahkan jenazah warga Palestina yang meninggal dunia karena dibunuh militer Israel dari halaman rumah sakit Nasser di Khan Younis ke lokasi pemakaman layaknya. (FOTO: Al Jazeera/Reuters)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – PBB sedang menyelidiki penemuan lebih dari 300 jenasah di sebuah kuburan massal di halaman rumah sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza yang sebagian dengan tangan dan kaki terikat dan bekas dieksekusi.

Ratusan jenasah yang sebagian mulai membusuk itu diketemukan oleh Pertahanan Sipil Khan Younis, setelah pasukan Israel meninggalkan daerah itu. Pemerintah Hamas menuduh Israel menggali kuburan massal untuk menyembunyikan kejahatannya.

PBB mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki klaim bahwa tangan dan kaki beberapa jenazah diikat dan pakaiannya dilucuti.

Israel bergegas membantah tuduhan bahwa mereka menguburkan warga Palestina di kuburan massal itu, menyusul penemuan lebih dari 300 jenazah di halaman rumah sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza.

Penemuan ratusan mayat di halaman rumah sakit Nasser milik Khan Younis itu membuat pemerintah Hamas menuduh Israel membuat kuburan massal untuk menyembunyikan kejahatannya.

PBB mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki klaim bahwa tangan dan kaki beberapa jenazah diikat dan pakaiannya dilucuti.

Dikutip dari pernyataan Direktur Pertahanan Sipil di Khan Younis, Kolonel Yamen Abu Suleiman kepada CNN,  bahwa 35 mayat lagi diketemukan di Kompleks Medis Nasser pada hari Selasa, sehingga totalnya menjadi 310. 

"Sebanyak 73 mayat ditemukan pada hari Senin, sehari sebelumnya," tambah Suleiman.

Suleiman mengungkapkan bahwa beberapa jenazah ditemukan dengan tangan dan kaki terikat, bahkan ada tanda-tanda eksekusi di lapangan. "Kita tidak tahu apakah mereka dikubur hidup-hidup atau dieksekusi. Sebagian besar jenazah sudah membusuk," ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara Pertahanan Sipil Khan Younis dan kepala misi pencarian, Raed Saqr, mengatakan, bahwa mereka sedang mencari mayat 400 orang lainnya yang hilang setelah militer Israel pergi pada 7 April 2024.

Orang-orang Gaza sempat menguburkan sementara jenazah anggota keluarga yang dibunuh tentara Israel di halaman rumah sakit pada bulan Januari.

Ketika mereka kembali setelah penarikan pasukan Israel, mereka menemukan mayat-mayat tersebut sudah digali.

Diduga IDF sengaja menggali jenazah jenazah itu lagi untuk melakukan  tes DNA untuk menentukan apakah ada sandera yang ditahan di Gaza diantara mayat-mayat di kuburan massal itu 

"Mayat-mayat itu kemudian ditempatkan di setidaknya dalam satu kuburan kolektif," kata mereka.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada CNN pada hari Selasa bahwa klaim IDF menguburkan jenazah warga Palestina adalah sangat tidak berdasar.

“Dalam operasi IDF di kawasan RS Nasser, dalam rangka upaya pencarian sandera dan orang hilang, dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah warga Palestina yang dikuburkan di kawasan RS Nasser. Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati dan eksklusif di tempat-tempat yang intelijen menunjukkan kemungkinan adanya sandera," kata tentara Israel.

"Pemeriksaan dilakukan dengan hormat dengan tetap menjaga harkat dan martabat almarhum. Jenazah yang diperiksa, yang bukan milik sandera Israel, dikembalikan ke tempatnya," tambah IDF.

Lebih dari 300 jenazah yang dikuburkan secara massal itu kemudian dibongkar dan didapati bahwa sebagian jenazah-jenazah di wilayah Jalur Gaza itu tangan dan kakinya dalam keadaan terikat, sehingga PBB kini menyelidikinya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES