Peristiwa Internasional

Antusiasme Diaspora Indonesia di Halal Bihalal Akbar NU dan Muhammadiyah Sydney Australia

Kamis, 02 Mei 2024 - 13:21 | 20.68k
Suasana akrab dan hangat terasa dalam halal bihalal diaspora Indonesia di Sydney Australia (Foto: PCINU Australia for TIMES Indonesia)
Suasana akrab dan hangat terasa dalam halal bihalal diaspora Indonesia di Sydney Australia (Foto: PCINU Australia for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Dua ormas Islam besar Indonesia, NU dan Muhammadiyah, melalui pengurusnya di New South Wales Australia, menyelenggarakan acara halal bihalal akbar bagi seluruh warga Indonesia di Sydney Raya pada Sabtu (27/4/2024). 

Acara yang bertempat di Lakemba Senior Citizen Center ini mengambil tema 'Menjalin Silaturahmi, Mengokohkan Umat' dan bertujuan untuk merekatkan persatuan dan semangat kebersamaan di antara warga Indonesia di Sydney.

Kegiatan ini juga melibatkan dua komunitas besar Indonesia di Sydney, yaitu Diaspora Senior Indonesia melalui Indonesian Senior Citizen Association (INASCA) serta jaringan pengajian mahasiswa Indonesia - meliputi Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KPII) di UNSW, Pengajian Usyd, UTS, WSU dan Pengajian Macquaire University.

Berbagai elemen masyarakat turut hadir dalam kegiatan halal bihalal ini, termasuk Iqro Foundation, CIDE, Human Initiative, Indonesia Diaspora Network, Surau Sydney, Minang Saiyo Sydney dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. 

Izza Rahman sebagai Ketua Muhammadiyah NSW dan Wendi Wijarwadi selaku Ketua NU NSW menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting untuk mempererat kebersamaan seluruh elemen diaspora muslim Indonesia di kota Sydney. 

australia-pcinu-muhammadiyah-02.jpg

Acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan semangat kesatuan di tengah segala perbedaan yang ada. Tema yang dipilih mencerminkan semangat yang ingin disampaikan melalui halal bihalal Akbar ini yaitu 'Menjalin Silaturahmi, Mengokohkan umat'. 

Sambutan positif juga datang dari Vedi Kurnia Buana, Konsul Jenderal Indonesia Sydney, yang hadir memberikan dukungan pada kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif NU dan Muhammadiyah, bersama INASCA dan jaringan pengajian mahasiswa ini.

Konjen Vedi menyebutnya sebagai 'wajah keakraban umat Islam Indonesia di Sydney'. Ia juga mengajak seluruh warga untuk selalu mengedepankan kebersamaan dan persatuan, dan akan selalu mendukung penuh inisiatif-inisiatif serupa di kesempatan yang lain.

Kegiatan ini disambut antusias warga Indonesia di Sydney. Ini terlihat partisipasi jamaah yang begitu banyak. Bahkan, panitia harus membagi acara menjadi dua sesi untuk memastikan kelancaran jalannya acara. Selain itu, jamaah juga bergotong royong untuk menyiapkan segala kebutuhan teknis dan konsumsi acara. 

australia-pcinu-muhammadiyah-03.jpg

Yuyun Yuniar, mahasiswa UNSW yang mengkoordinasi konsumsi, mengapresiasi semangat gotong royong ini. Ia mengungkapkan bagaimana Ibu-ibu lintas komunitas sampai membuat grup khusus untuk menampung antusiasme warga yang ingin berkontribusi memberikan makanan terbaik untuk seluruh jamaah yang hadir. 

Sementara Iqwan Sanjani, Ketua KPII UNSW, mengamini semangat kebersamaan dan gotong royong yang sangat terasa dalam kegiatan kali ini.  Bahkan untuk hal-hal teknis saja, menurutnya, kebersamaan begitu terasa. 

"Contohnya, jamaah tak segan membantu panitia mempersiapkan ruangan acara secara bersama-sama dan merapihkan kembali ruangan di akhir acara secara bersama-sama. Ini adalah berkah silaturahmi," ucap Iqwan.

australia-pcinu-muhammadiyah-04.jpg

Kegiatan ini sendiri diisi dengan berbagai acara yang mencerminkan keragaman ekspresi berislam warga muslim Indonesia di Sydney. Acara diawali dengan shalat dluhur berjamaah dan tausyiah yang disampaikan oleh Arif Taufik, Lc dari Human Initiative Australia. 

Acara lantunan tahlil dan mahalul qiyam dibawakan oleh Yusdi Maksum mewakili pengurus NU. Selanjutnya, Iqwan Sanjani selaku ketua KPII, memberikan sambutan dan penghormatan ke seluruh peserta mewakili panitia. 

Acara halal bihalal diaspora Indonesia di SydneyAustralia ini  ditutup oleh tausiyah, masing-masing dari Ustad Izza selaku perwakilan Muhammadiyah di NSW, sedangkan perwakilan NU ada Ustad Emil I’dad selaku Rais PCINU Australia.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES