Peristiwa Internasional

Dua Hari Semalam, Tentara Israel Sudah Menewaskan 27 Warga Palestina di Rafah

Rabu, 08 Mei 2024 - 09:47 | 13.70k
Perwakilan Hamas, Osama Hamdan berbicara pada konferensi pers di Beirut, Lebanon pada 7 Mei 2024. (FOTO: CNN/Reuters)
Perwakilan Hamas, Osama Hamdan berbicara pada konferensi pers di Beirut, Lebanon pada 7 Mei 2024. (FOTO: CNN/Reuters)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dua hari semalam sejak Senin, tentara Israel telah membunuh  27 orang warga Palestina di Rafah setelah mereka melakukan serangan yang banyak dikhawatirkan dunia internasional.

Serangan Israel semalam terjadi setelah berjam-jam kemelut dalam perang Israel-Hamas yang sudah berlangsung selama 7 bulan, di mana Hamas telah mengatakan pada hari Senin, mereka menerima proposal gencatan senjata yang menurut Israel tidak memenuhi tuntutan inti pihaknya.

Dari  27 orang warga Palestina yang dibunuh itu, seperti dilansir CNN setelah mengkonfirmasi ke sumber rumah sakit di kota Gaza selatan, enam di antaranya adalah wanita dan sembilan anak-anak.

"Militer Israel saat ini telah menguasai penyeberangan Rafah di sisi Gaza," kata seorang pejabat militer Israel pada Selasa.

Dengan menguasai perbatasan Rafah, Israel kini memperoleh kendali penuh atas keluar masuknya orang dan barang untuk kali pertama sejak menarik tentaranya dan pemukim dari Gaza pada 2005, tapi Israel telah lama mempertahankan blokade wilayah pesisir tersebut melalui kerja sama dengan Mesir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut penguasaan perbatasan itu sebagai langkah penting menuju pembongkaran kemampuan militer dan pemerintahan Hamas.

Menteri Pertahanan Yoav Gallant menambahkan, Israel akan 'memperdalam' operasi Rafah jika perundingan mengenai kesepakatan penyanderaan gagal.

Tekanan internasional semakin meningkat terhadap Israel setelah pengambilalihan tersebut dan setelah Israel menolak untuk tidak melakukan invasi besar-besaran di Rafah.

PBB memperingatkan potensi terhentinya aliran bantuan ke Palestina akibat penutupan Rafah dan jalur penyeberangan utama lainnya ke Gaza, Kerem Shalom, pada saat para pejabat mengatakan Gaza utara sedang mengalami kelaparan besar-besaran.

Menurut Pasukan Pertahanan Israel, Selasa kemarin roket ditembakkan dari daerah Rafah di Jalur Gaza menuju Kerem Shalom dan daerah Re'im di Israel selatan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, operasi militer Israel di Rafah memiliki dua tujuan, yaitu mengembalikan sandera yang ditahan di Gaza dan melenyapkan Hamas.

Anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz mengatakan, operasi militer Israel di Rafah akan  terus berlanjut dan diperluas jika diperlukan.

Menurut direktur medis rumah sakit tersebut, Rumah sakit lapangan yang tersisa di wilayah rumah sakit Rafah timur yang dievakuasi pada hari Senin, hanya akan mampu memberikan kurang dari sepertiga layanan yang ditawarkan.

"Evakuasi ke Kareem terjadi di luar keinginan kami setelah Pasukan Pertahanan Israel mengatakan kepada orang-orang di Rafah timur bahwa mereka harus meninggalkan daerah tersebut," kata Direktur Medis Rumah Sakit Abu Yusuf Najjar, Marwan Al-Homss.

Al Homss membenarkan bahwa rumah sakit tersebut kini tidak bisa lagi melayani termasuk merawat hampir 400 pasien dialisis ginjal. Dia mengatakan, setelah ditutup, mulai terjadi vandalisme yang berujung pada pencurian bahan bakar untuk menjalankan genset.

"Kru rumah sakit juga tidak akan  pergi sampai semua pasien dievakuasi. Mereka takut akan nyawa mereka, dan takut dibunuh karena kejadian sebelumnya dimana Israel menganiaya pasien dan petugas medis," tambahnya.

"Sekarang, dengan tidak berfungsinya rumah sakit ini, rumah sakit lapangan yang tersisa tidak akan mampu memberikan 30% layanan yang diberikan Abu Yusuf Najjar," ujar dia.

Warga melaporkan penembakan tank besar-besaran pada Selasa malam di beberapa daerah di Rafah timur. "Sebuah gedung kota Rafah terbakar setelah penembakan Israel," kata warga dan media Hamas.

Petugas medis mengatakan, seorang warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka di gedung tersebut, sementara serangan Israel juga menewaskan dua warga Palestina yang mengendarai sepeda motor. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES