Peristiwa Internasional

Perseteruan Raja Charles III dengan Anak Bungsunya Makin Dalam

Rabu, 08 Mei 2024 - 17:08 | 18.59k
Pangeran Harry dan Raja Charles menjelang pemakaman Ratu pada September 2022. (FOTO: Daily Mail)
Pangeran Harry dan Raja Charles menjelang pemakaman Ratu pada September 2022. (FOTO: Daily Mail)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perseteruan Raja Inggris, Charles III dengan anak bungsunya, Pangeran Harry makin dalam. Terbaru, sang raja tidak menggubrisnya. Saat ini Duke of Sussex berada di London, tiga mil jauhnya dari Charles.

Pangeran Harry atau Duke of Sussex hari ini berada di Inggris untuk menghadiri  diskusi Invictus Games di London.

Pangeran Harry adalah pelindung Invictus Games Foundation, di atas panggung saat diskusi bertajuk 'Mewujudkan Komunitas Global' di Honorable Artillery Company di London, kemarin.

Pangeran Harry mendarat di London kemarin setelah terbang dari rumahnya di Amerika Serikat untuk memperingati ulang tahun Olimpiade tersebut.

Ketidak pedulian Raja Charles III terhadap anak kandungnya itu secara luas di Inggris dianggap sebagai penghinaan.

Dilansir Daily Mail, Raja Charles III lebih memilih "menimang-nimang" anak sulungnya, Pangeran William yang akan akan menjadi pewaris tahta berikutnya itu untuk diangkat sebagai Kolonel-in-Chief Korps Udara Angkatan Darat, resimen lama yang pernah dipimpin Charles selama 31 tahun dalam sebuah upacara bersama, Minggu depan.

Raja Charles mengatakan, dia terlalu sibuk untuk menemui Duke of Sussex meski berada di Inggris untuk menghadiri diskusi Invictus Games di London.

Keputusan Raja Charles itu kemarin membuat beberapa orang terkejut karena dia memberikan "dua pukulan" kepada Pangeran Harry dalam hitungan jam itu.

Tadi malam, Istana Buckingham mengumumkan bahwa Pangeran William dan ayahnya akan menghadiri acara Minggu depan, di mana pewarisnya itu akan diangkat menjadi Kolonel-in-Chief Korps Udara Angkatan Darat.

Empat tahun lalu, Pangeran Harry memutuskan mundur dari kehidupan kerajaan. Sebelum itu beredar isu bahwa Harry akan mengambil peran yang akan membuatnya memimpin resimen yang pernah dia kunjungi di Afghanistan hingga tahun 2014 itu.

Pengumuman bahwa Raja Charles akan mewariskan peran yang dipegangnya selama 31 tahun itu kepada Pangeran William, terjadi hanya dua jam setelah dia mengatakan dia terlalu sibuk untuk menemui Pangeran Harry.

"Waktu adalah segalanya," kata salah satu orang dalam kerajaan.

Sementara yang lain mengatakan keputusan raja untuk tidak menemui Duke of Sussex yang berjunjung ke Inggris, meskipun hanya berjarak tiga mil saja, itu akan dianggap secara luas sebagai penghinaan.

Duke of Sussex terbang ke London dari California - Amerika Serikat kemarin untuk menghadiri ulang tahun kesepuluh Invictus Games. Namun karena jadwal Raja yang sibuk, ia tidak bisa bertemu ayahnya.

Juru bicara Harry menegaskan, bahwa "sayangnya tidak mungkin bagi pasangan tersebut untuk bertemu karena penuhnya jadwal Yang Mulia' yang telah kembali ke tugas publik setelah menjalani perawatan kanker.

Menyusul banyaknya spekulasi mengenai apakah Duke akan datang mengunjungi ayahnya, yang terakhir kali dilihatnya pada bulan Februari setelah diagnosis kanker, juru bicara Harry menyatakan justru tidak ada waktu untuk pertemuan itu.

Raja Charles sendiri mengatakan, dia terlalu sibuk untuk menemui Duke of Sussex selama kunjungannya ke Inggris untuk menghadiri diskusi Invictus Games di London itu.

Duke of Sussex tentu saja memahami komitmen ayahnya dan berbagai prioritas lainnya dan berharap bisa bertemu dengannya segera.

Pangeran Harry pernah berada di Perusahaan Artileri Terhormat di London dan tampil di panggung selama diskusi yang disebut Mewujudkan Komunitas Global.

Ayahnya berada di dekat Clarence House sebelum mengadakan audiensi di dekat Istana Buckingham dengan Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka.

Alih-alih bertemu ayahnya yang terasing, Duke of Sussex justru menikmati makan malam bersama pemodal kota Guy Monson tadi malam. "Apapun logistiknya, hal ini akan dianggap sebagai sebuah penghinaan," kata pakar kerajaan, Richard Fitzwilliams kepada MailOnline.

"Ini adalah salah satu perpecahan paling umum di dunia. Jika masalah ini ditangani secara pribadi tanpa banyak spekulasi pers, kemungkinan besar masalah ini bisa  terselesaikan," katanya.

Menggemakan sentimen yang sama, mantan koresponden BBC Royal, Michael Cole menambahkan, ini adalah sebuah penghinaan.

Keputusan Raja Charles III untuk tidak menemui putra bungsunya, Pangeran Harry atau Duke of Sussex meskipun kedua pria itu hanya berjarak tiga mil, memberikan indikasi betapa dalamnya perpecahan tersebut.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES