Peristiwa Internasional

PPI Hungaria dan ICMI Sepakat Ciptakan Pemimpin Unggul Masa Depan

Kamis, 09 Mei 2024 - 19:36 | 25.08k
Prof. Dr. Arif Satria, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) saat acara makan malam bersama anggota PPI Hungaria.  (Foto: PPI Hungaria)
Prof. Dr. Arif Satria, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) saat acara makan malam bersama anggota PPI Hungaria. (Foto: PPI Hungaria)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Prof. Dr. Arif Satria, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat dan Rektor IPB University, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Budapest. Dalam kesempatan tersebut dirinya bertemu beberapa mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Hungaria.

Kunjungan ini bertujuan untuk menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) antara IPB University dengan Hungarian University of Agriculture and Life Sciences MATE. Selama kunjungan ke kampus pertanian terkemuka di Hungaria ini, Prof. Arif Satria juga berdiskusi dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di MATE.

Diskusi ini difasilitasi oleh International Office Hungarian University of Agriculture and Life Sciences. Marhadi, seorang perwakilan PPI Hungaria menyambut baik diskusi ini karena jarang ada pejabat Indonesia yang mengunjungi kampus di Godollo ini.

Dia juga menyampaikan bahwa diskusi dengan Prof. Arif Satria membuka inspirasi dan gagasan mereka dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mahasiswa Indonesia berharap mendapatkan motivasi dan berbagi pengetahuan dari diskusi tersebut, serta berkontribusi bagi Indonesia di masa depan.

Prof. Arif Satria menyampaikan gagasan tentang membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu gagasan utamanya adalah pentingnya persiapan pemimpin yang memenuhi kriteria tertentu.

"Ada lima kriteria utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, antara lain memiliki kecerdasan intelektual yang baik. Pemimpin perlu dapat mengambil keputusan yang efektif dan mampu berinovasi, serta memiliki visi, jaringan (networking), ilmu bisnis, dan ilmu politik," ungkap Arif. 

Beliau menekankan pentingnya kuliah di luar negeri dalam membangun jaringan, serta aktif di organisasi seperti Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Kemudian, Prof. Arif Satria juga menyoroti pentingnya ilmu bisnis dan ilmu politik dalam membekali pemimpin untuk mengelola organisasi dengan baik, terutama di lingkungan yang kompetitif dan sering berubah.

Setelah pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di MATE, Prof. Arif Satria menghadiri makan malam bersama pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia Hongaria dan mahasiswa Indonesia di Budapest. Ada harapan agar Prof. Arif Satria dapat menjadi narasumber pada Simposium Internasional PPI Dunia ke XVI di Budapest.

Simposium internasional ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 65 PPI negara, termasuk dari Amerika Eropa, Asia-Pasifik, dan Timur Tengah serta Afrika. Menilik hal tersebut Ketua ICMI ini berpesan agar PPI Dunia tetap kontributif dan solutif dalam menyiapkan pemimpin masa depan.

Acara ramah tamah dan gala dinner diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa Indonesia di luar negeri yabg tergabung dalam PPI Hungaria dan menjalin kerjasama yang lebih baik untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES