Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Persiapan Kesehatan Jemaah Haji 2024, Inilah Tantangan Kesehatan di Tanah Suci

Sabtu, 11 Mei 2024 - 08:00 | 15.39k
Ilustrasi Jemaah Haji Indonesia. (Foto: MCH 2023 Kemenag RI)
Ilustrasi Jemaah Haji Indonesia. (Foto: MCH 2023 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MAKKAHJemaah haji Indonesia bersiap-siap untuk memulai perjalanan mereka ke Arab Saudi pada tanggal 12 Mei 2024. Tahun ini, jumlah jemaah mencapai 241.000 orang, terdiri dari 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Menurut data Kementerian Agama (Kemenag RI), terdapat sekitar 45.000 jemaah haji reguler yang berusia 65 tahun ke atas. Di tengah kondisi cuaca yang panas di Tanah Suci, penting bagi jemaah untuk menjaga kesehatan fisik mereka.

Kasi Lansia, Disabilitas, dan Tim Penanganan Krisis serta Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) Daker Madinah, Dokter Leksmana, mengungkapkan beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji selama di Tanah Suci.

"Ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), yang disebabkan oleh kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah," kata Leksmana, Jumat (10/5/2024).

Dia menyampaikan gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut, yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda, dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai.

Dr. Leksmana juga menyoroti risiko dehidrasi yang serius terutama dalam kondisi cuaca panas di Makkah dan Madinah. Selain itu, penyakit kulit seperti infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian juga dapat terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

"Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi," ujarnya.

Tak hanya itu, jemaah juga perlu mewaspadai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung yang bisa menjadi lebih sulit dikontrol selama perjalanan.

"Serta trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah," tambah dr. Leksmana.

Untuk itu, dr. Leksmana merekomendasikan beberapa obat yang sebaiknya dibawa oleh jemaah haji, termasuk obat antidiare, obat pencernaan, obat pereda nyeri, obat alergi, obat untuk masalah kulit, obat flu dan batuk, serta obat pribadi untuk kondisi kesehatan tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES