Peristiwa Internasional

PPI Turki dan Menlu RISepakat Gencarkan Transformasi Pendidikan dan Diplomasi

Rabu, 15 Mei 2024 - 23:19 | 17.45k
Ketua PPI Turki, Adam Syaikhul Akbar beserta jajaranya melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi. (Foto: PPI Turki)
Ketua PPI Turki, Adam Syaikhul Akbar beserta jajaranya melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi. (Foto: PPI Turki)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pertemuan antara Pengurus PPI Turki dan Menteri Luar Negeri (Menlu RI), Retno Marsudi, mengungkapkan bukan hanya kerjasama bilateral, tetapi juga potensi besar yang dimiliki oleh diaspora pelajar Indonesia di Turki dalam merangkul transformasi pendidikan dan diplomasi.

Di tengah agenda bilateral yang dominan terkait isu Palestina, pertemuan ini menyoroti peran strategis yang dimainkan oleh diaspora pelajar Indonesia di Turki. Dengan penekanan pada komitmen untuk mendukung agenda Indonesia Emas 2045, diaspora pelajar ini tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga agen pembawa perubahan yang penting dalam memajukan pendidikan dan diplomasi Indonesia.

Pernyataan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, tentang pentingnya diaspora Indonesia di Turki untuk mengambil peran dalam kemajuan bangsa dan segera kembali ke tanah air untuk memberikan kontribusi nyata menyoroti relevansi pentingnya integrasi ilmu dan pengalaman yang diperoleh di luar negeri. Hal ini terkait dalam mewujudkan visi pembangunan Indonesia.

Melalui dialog dengan presidium PPI Turki, Retno menegaskan pentingnya diaspora pelajar Indonesia untuk tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial dan patriotik terhadap tanah air.

Hal ini menciptakan narasi baru tentang diaspora pelajar sebagai agen transformasi yang tidak hanya memperkaya diri sendiri dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan diplomasi Indonesia.

Perluasan wawasan melalui studi di luar negeri, terutama di negara mitra seperti Turki, memberikan kesempatan bagi diaspora pelajar Indonesia untuk memperdalam pemahaman mereka tentang dinamika global. Ini tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga pengalaman interkultural yang berharga, yang dapat menjadi modal berharga dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Dalam konteks pendidikan, diaspora pelajar Indonesia di Turki juga dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong inovasi dan reformasi pendidikan di tanah air. Pengalaman mereka dalam sistem pendidikan yang berbeda dapat memberikan wawasan baru tentang praktik terbaik dan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Dengan demikian, pertemuan antara Pengurus PPI Turki dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia mencerminkan pentingnya memandang diaspora pelajar sebagai aktor utama dalam transformasi pendidikan dan diplomasi Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas diaspora, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar yang dimiliki oleh diaspora pelajar untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih luas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES