Peristiwa Internasional

Lukisan Resmi Pertama Raja Charles III diresmikan di Istana Buckingham

Jumat, 17 Mei 2024 - 04:21 | 27.47k
Petret lukisan Raja Charles III yang dibuat oleh JOnatahn Yeo. (Foto: Jonathan Yeo Studio)
Petret lukisan Raja Charles III yang dibuat oleh JOnatahn Yeo. (Foto: Jonathan Yeo Studio)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Potret resmi lukisan pertama Raja Charles III diresmikan di Istana Buckingham (14/5/2024). Peresmian ini juga dilaksanakan dalam rangka merayakan setahun penobatannya sebagai Raja Inggris.  

Lukisan minyak besar di atas kanvas tersebut berukuran sekitar 8 kaki 6 inci dengan 6 kaki 6 inci. Dengan fokus kepada setengah badan Raja Charles III dari pinggang ke atas. 

Lukisan ini dikerjakan oleh seniman terkenal Jonathan Yeo. Pria ini sudah cukup populer dengan karyanya termasuk tokoh-tokoh terkenal seperti lukisan Tony Blair, Sir David Attenborough, dan Malala Yousafzai.

Saat Ratu Camilla mengecek hasil karya Yeo diamengungkapakan kekagumannya. "Ya, Anda berhasil melukisnya," ungkap Camilla seperti dilansir dari CNN.

Dalam lukisan tersebut Raja Charles menggunakan seragam merah dengan pedang di tangan, dan lengkap memakai lambang otoritasnya. Sementara seekor kupu-kupu halus mendarat di pundaknya, melambangkan metamorfosis dan kelahiran kembali. 

Gaya khas Yeo yang memadukan tradisi dan inovasi tidak hanya membuat lukisan ini terlihat mewah dan agung, tetapi juga mengeluarkan karakter orang yang dilukis.

Bahkan kesan beban dan tanggung jawab berat yang dipikul oleh Raja Charles III dapat dirasakan dalam lukisan tersebut. Meskipun begitu Yeo tidak memiliki niat buruk saat melukiskan gambaran tersebut. Dirinya sudah berpikir terlebih dahulu untuk menggoreskan tiap tinta ke dalam kanvas. 

Peresmian potret Raja Charles III mengawali babak baru dalam tradisi potret kerajaan, menyatukan warisan kaya masa lalu dengan perspektif yang progresif. Saat lukisan menghiasi ruang-ruang suci Istana Buckingham, itu menjadi pengingat menyentuh tentang kekuatan dan signifikansi abadi dari monarki di era modern.

Meskipun era digital telah mengubah cara kita berinteraksi dengan gambar dan citra, potret lukisan raja tetap memiliki keberadaan penting dalam masyarakat modern. Pertama-tama, potret tersebut tidak hanya mengabadikan penampilan fisik seorang monarki, tetapi juga memperlihatkan kekuasaan dan wibawa yang melekat pada jabatan tersebut. Potret resmi raja adalah simbol visual yang memperkuat legitimasi kekuasaan dan memberikan kesan serius terhadap posisi mereka dalam hierarki sosial dan politik.

Selain itu, potret-potret ini juga menjadi bagian dari warisan budaya yang berharga, menyampaikan pesan-pesan historis dan nilai-nilai kerajaan kepada generasi masa depan, serta menyimpan sejarah sebuah zaman yang kemudian dapat dipelajari dan dihargai oleh masyarakat. Dengan demikian, meskipun teknologi terus berkembang, potret lukisan Raja Charles III dan raja ataupun rau sebelumnya tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan keberlangsungan monarki di tengah dinamika zaman.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES