Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Kualitas Nutrisi Makanan Jemaah Haji Indonesia Terjamin

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:12 | 16.10k
Pengecekan Sampel Kelayakan Makanan buat Jemaah Haji Indonesia. (Foto: MCH Kemenag RI)
Pengecekan Sampel Kelayakan Makanan buat Jemaah Haji Indonesia. (Foto: MCH Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MADINAH – Pemerintah Republik Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap kelayakan dan kecukupan nutrisi pada makanan jemaah haji Indonesia. Sebelum disajikan kepada jemaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) selalu memeriksa sampel makanan.

"Kami memeriksa satu per satu sampel menu makanan yang akan disajikan kepada jemaah haji, mulai dari nasi lengkap dengan lauk pauknya, buah-buahan hingga air mineral yang akan diberikan,” ungkap Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi usai melakukan pengecekan makanan jemaah haji di Madinah, Jumat (17/5/2024).

“Makanan yang kita anggap tidak layak, setelah kita cek dan cicip sampelnya, maka harus kita kembalikan pada pihak perusahaan katering,” imbuhnya.

Misalnya, untuk menu khusus lansia (lanjut usia) yang diperuntukan bagi jemaah lansia, harus lebih lunak dibandingkan menu jemaah lainnya, sehingga layak dikonsumsi lansia.

"Selain itu, proses mencoba sampel makanan ini sangat penting guna memantau higienitas dan kelayakan menu demi menjaga kesehatan jemaah haji,” tutur Ali Machzumi

Makan yang disajikan untuk jemaah haji dikemas dalam box alumunium foil yang tertutup rapat. Semua penyedia katering yang sudah bekerjasama dalam penyediaan konsumsi jemaah haji setiap hari sebanyak 3 kali waktu makan (pagi, siang dan malam) akan menyampaikan sampel makanannya ke seksi konsumsi PPIH Daker.

“Tim konsumsi menilai mulai dari rasa, keseimbangan gizi, dan tampilannya. Termasuk juga waktu pengolahan. Menu untuk lansia menjadi perhatian, khususnya kepadatan nasi dan lauknya diuji coba,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dia dan tim lainnya memeriksa juga ketidaksesuaian tingkat kematangan, rasa, aroma, tekstur dan tampilan. Jika tidak memenuhi standar, ada evaluasi tindak lanjut atas kekurangannya. 

“Misal makanan sampelnya basi atau rusak. Pihak kami akan berkoordinasi dan ada peluang untuk tindak lanjut pemberhentian kerjasama bila ternyata kesalahannya fatal,” tandas Ali. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES