Peristiwa Internasional

Elon Musk Optimistis Krisis Air Global Dapat Diatasi dengan Ini

Senin, 20 Mei 2024 - 10:41 | 15.85k
CEO Tesla Inc. dan SpaceX Elon Musk menyampaikan pidato dalam pembukaan World Water Forum Ke-10 2024, di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). (FOTO: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
CEO Tesla Inc. dan SpaceX Elon Musk menyampaikan pidato dalam pembukaan World Water Forum Ke-10 2024, di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). (FOTO: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

TIMESINDONESIA, BALI – Pemilik sekaligus CEO Tesla Inc. dan SpaceX, Elon Musk, mengungkapkan keyakinannya bahwa krisis ketersediaan air secara global dapat diatasi. Hal itu disampaikannya dalam pembukaan World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024).

Menurut Musk, solusi utama terletak pada peningkatan efisiensi proses desalinasi dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) dari matahari.

Hal tersebut menimbang kondisi planet bumi yang terdiri atas 72 persen merupakan perairan. Elon Musk menilai bahwa yang perlu dipikirkan saat ini yakni dari segi proses pengolahan air.

"Ketika saya berbicara dengan banyak orang yang berpendidikan di Amerika Serikat, mereka sering kali pesimis tentang penyelesaian krisis air. Namun, saya yakin ini adalah masalah yang bisa dipecahkan," ujar Elon Musk.

Elon mengatakan,  efisiensi desalinasi menjadi salah satu solusi dalam penyelesaian permasalahan krisis ketersediaan air.

Desalinasi merupakan proses menghilangkan garam dari air laut untuk menghasilkan air bersih, sebelumnya dianggap sebagai metode yang mahal dan memerlukan banyak energi.

Namun, Musk menegaskan bahwa dengan terobosan baru dalam teknologi desalinasi dan penggunaan energi surya, proses ini dapat menjadi lebih efisien dan ekonomis.

"Kami telah mencapai kemajuan signifikan dalam efisiensi desalinasi. Saya yakin kita memiliki masa depan yang cerah dalam hal ketersediaan air dan energi berkelanjutan," ujarnya.

Kolaborasi Global untuk Atasi Tantangan Air

Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mengatasi tantangan air.

Jokowi menyatakan bahwa keberhasilan dunia dalam menangani masalah air hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang erat antara negara-negara.

"Dengan berkumpulnya kita di Bali hari ini, Indonesia berharap dunia dapat saling bergandengan tangan untuk memperkuat komitmen kolaborasi dalam mengatasi tantangan global terkait air," kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa ketersediaan air bersih semakin menipis dan menjadi tantangan global yang mendesak. Bahkan, pada tahun 2050, diprediksi bahwa 500 juta petani kecil yang menyumbang 80 persen pangan dunia akan menjadi kelompok paling rentan terhadap kekeringan.

""No water, no life, no growth (Tanpa air, tidak ada kehidupan, tidak ada pertumbuhan). Oleh karena itu, air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga," kata Jokowi.

Dunia hanya memiliki waktu tujuh tahun untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama yang berkaitan dengan air. Polusi air dan perubahan iklim merupakan tantangan yang mendesak untuk segera diatasi. Saat ini, sekitar 4 miliar orang hidup di wilayah yang mengalami krisis air.

World Water Forum ke-10 tahun 2024 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Indonesia dan Dewan Air Dunia (World Water Council) mengusung tema "Air untuk Kesejahteraan Bersama" atau "Water for Shared Prosperity". Forum ini diharapkan memberikan solusi konkret dalam penyediaan air untuk kehidupan.

Selama forum yang berlangsung dari 18-25 Mei di Bali, para pemimpin dunia, kepala negara, dan puluhan ribu delegasi global akan bertukar gagasan dan pemikiran dalam mencari solusi atas masalah air dunia.

Lebih dari 200 sesi diskusi akan fokus pada penguatan kemampuan dalam mengatasi berbagai tantangan dalam menyediakan air bersih dan adil bagi semua. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES