Peristiwa Internasional Info Haji 2024

PPIH Arab Saudi dan Masyariq Perkuat Persiapan Jemaah Haji Indonesia di Armuzna

Selasa, 21 Mei 2024 - 11:20 | 12.78k
Pertemuan PPIH Arab Saudi dan Masyariq membahas persiapan Armuzna. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Pertemuan PPIH Arab Saudi dan Masyariq membahas persiapan Armuzna. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berkumpul dengan pihak Masyariq untuk membahas persiapan layanan jemaah haji Indonesia di Makkah, serta di tempat-tempat suci lainnya seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sejumlah jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah Al-Mukarramah setelah menyempatkan diri tinggal di Madinah selama sekitar sembilan hari. Pada hari pertama kedatangan, sekitar 3.400 jemaah dari delapan kelompok terbang (kloter) telah tercatat.

"Kami hari ini berdiskusi dengan Masyariq terkait distribusi smart card, sebuah program utama dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Smart card ini bertujuan untuk mempermudah akses jemaah terhadap informasi terkait haji, dan juga sebagai akses ke Arafah. Oleh karena itu, sangat penting bagi jemaah untuk tetap membawa dan tidak kehilangan smart card ini," jelas Subhan Cholid, Direktur Layanan Haji Luar Negeri setelah pertemuan dengan Masyariq di Makkah.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam bersama dengan sejumlah staf teknis haji, kepala Daker Makkah Khalilurrahman, dan beberapa kepala bagian lainnya.

Smart card ini merupakan inovasi terbaru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk memberikan akses informasi yang lebih mudah kepada jemaah. Setelah pemberian smart card oleh Kementerian, PPIH bersama Masyariq akan mendistribusikannya berdasarkan kelompok terbang jemaah. Pemeriksaan terhadap keberadaan smart card akan dilakukan secara acak oleh pihak Arab Saudi kepada jemaah yang sudah tiba di Makkah.

Selain smart card, pertemuan juga membahas tentang peningkatan efisiensi pergerakan jemaah dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi berkolaborasi dengan Masyariq untuk merumuskan skema pergerakan jemaah yang baru di Armuzna yang dinamakan Skema Murur. Skema ini memungkinkan minimal 40.000 jemaah melewati Muzdalifah tanpa harus turun. 

Dalam segmen lain, pembahasan juga melibatkan ketersediaan makanan siap saji bagi jemaah di Arafah dan Mina. Konsul Haji KJRI Jeddah menyampaikan bahwa distribusi makanan siap saji akan dilakukan di tempat-tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, diproyeksikan akan terjadi pada 15 Juni 2024. Sebuah perjalanan spiritual yang dibarengi dengan persiapan dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Jangan lewatkan informasi selanjutnya tentang persiapan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci dalam berita kami selanjutnya. Tetap terhubung dan selalu update dengan kabar terbaru dari perjalanan suci ini.(*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES