Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Jemaah Haji Indonesia Wajib Kenali Gejala Demensia

Selasa, 21 Mei 2024 - 12:48 | 10.86k
Kedatangan jemaah Haji Indonesia di Bandara AMAA Madinah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Kedatangan jemaah Haji Indonesia di Bandara AMAA Madinah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MADINAH – Di tengah keramaian musim haji tahun ini, ditemukan sejumlah jemaah haji Indonesia lansia yang mengalami gejala dimensia, sebuah kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan yang umumnya terjadi pada usia lanjut.

Diperkirakan sekitar 45 ribu jemaah lansia ikut serta dalam perjalanan ibadah haji, dan temuan Tim Media Center Haji (MCH) juga mengindikasikan kehadiran gejala dimensia pada sebagian jemaah.

Kepala Seksi Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH, Dokter Leksmana Arry Chandra, menjelaskan bahwa gejala kelupaan yang dialami jemaah haji Indonesia lansia berkisar dari lupa nama, keluarga, atau bahkan kesalahpahaman tentang lokasi saat ini. Faktor psikososial, psikologis, dan biologis dipercaya menjadi pemicu utama gangguan tersebut.

"Demensia dapat mengakibatkan gangguan pikiran, seperti kebingungan tempat, waktu, dan orang di sekitar. Gejala awal biasanya mencakup mudah lupa, kesulitan belajar hal baru, hingga kesulitan konsentrasi terutama setelah berpindah dari lingkungan rutin," papar Dokter Leksmana.

Faktor genetik dan lingkungan juga dapat mempengaruhi kondisi jemaah yang sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan.

Oleh karena itu, penting bagi pendamping dan petugas haji untuk memberikan stimulasi kognitif kepada jemaah yang terdampak. Interaksi sosial, diskusi, dan pendampingan menjadi kunci dalam mencegah gejala memburuk.

Meskipun jemaah haji Indonesia pulih dari episode demensia, pendampingan tetap diperlukan, terutama untuk mencegah kelelahan dan dehidrasi yang bisa memicu gejala demensia kambuh.

Istirahat yang cukup, pilihan aktivitas yang sesuai, dan perhatian terhadap kondisi fisik dan mental jemaah lansia menjadi prioritas di tengah cuaca panas di Arab Saudi.

“Penting bagi semua pihak terlibat untuk mengenali gejala dimensia dan memberikan perlakuan yang sesuai. Stimulasi kognitif, interaksi sosial, serta pemantauan kondisi fisik dan mental menjadi langkah-langkah penting yang dapat diambil untuk menjaga kesejahteraan jemaah lansia selama perjalanan ibadah haji,” ungkap dr. Leks.

Dalam menjaga kesehatan jemaah lansia, peran pendamping haji sangatlah penting. Ajakan berinteraksi, berdoa bersama, serta mengingatkan untuk beristirahat cukup menjadi langkah preventif yang dapat membantu mencegah gejala demensia. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES