Peristiwa Internasional

Impian Suroso Berhaji Terkabul Berkat Keteguhan Hati Sukamti

Selasa, 21 Mei 2024 - 22:22 | 14.06k
Sukamti menemani ayahnya Suroso melakukan ibadah haji. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Sukamti menemani ayahnya Suroso melakukan ibadah haji. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Suroso (84), seorang pria tunanetra sejak usia delapan tahun, selalu memiliki satu impian yakni menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Dengan keterbatasannya, Suroso hanya bisa berharap dan berdoa agar suatu hari bisa memenuhi panggilan ke Baitullah.

Keinginan mulia ini didengar oleh anaknya, Sukamti (44), yang bertekad mewujudkan impian ayahnya. Sukamti memohon izin untuk bekerja di luar negeri, tepatnya di Malaysia, demi mengumpulkan biaya haji bagi sang ayah.

"Bagi saya, keinginan orang tua dan juga keinginan anak saya adalah suatu keharusan yang mesti diwujudkan," ujar Sukamti di Madinah pada Senin (20/5/2025).

Selama 25 tahun bekerja di Malaysia, Sukamti menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menabung biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) bagi ayahnya.

Selain itu, ia juga membiayai kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan empat adiknya. Sebagai single parent, Sukamti harus bekerja keras untuk membiayai kuliah anak semata wayangnya.

"Sukamti ini memang anak yang selalu berbakti dan memikirkan keluarga, termasuk semua adiknya dibiayai sekolah," cerita Suroso dengan lirih.

Suroso mengenang bagaimana Sukamti, meski dalam keterbatasan, selalu bertekad kuat untuk mengatasi segala rintangan. Sukamti bahkan rela tinggal di panti asuhan demi mendapatkan pendidikan gratis dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Teknik Mesin (STM) jurusan kelistrikan.

Kondisi keluarga yang serba terbatas membuat Suroso dan istrinya, Mardiyah (75), harus berjuang keras. Mardiyah bekerja di sawah untuk menopang keluarga sementara Suroso dengan keterbatasannya hanya bisa membantu sebisanya.

"Alhamdulillah, tahun ini niat saya berhaji dikabulkan Allah. Saya bahagia sekali meskipun tidak bisa melihat indahnya Tanah Suci," ucap Suroso penuh syukur.

Sukamti berhasil mewujudkan impian ayahnya untuk beribadah haji. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) sembilan Embarkasi Solo (SOC 09).

"Tabarakaallah, saya bisa mendampingi Bapak berhaji, meskipun agak sedih karena belum bisa sekalian bersama Ibu," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Sukamti bersyukur mendapatkan kuota prioritas lansia dan pendamping lansia, sehingga tidak perlu menunggu antrian terlalu lama.

Ketua Kloter, Faozan, mengungkapkan bahwa kondisi Bapak Suroso yang harus didorong kursi roda oleh pendampingnya saat ke Masjid Nabawi sering menginspirasi jemaah lainnya.

"Melihat semangat Bapak Suroso, jemaah lain pun tergerak untuk saling membantu. Ketika ke Raudhah, anggota kloter sering bergantian mendorong kursi roda beliau," ujarnya.

Perjalanan haji Suroso menjadi bukti nyata keteguhan hati dan bakti seorang anak terhadap orang tuanya. Semangat dan pengorbanan Sukamti, serta dukungan dari sesama jemaah, telah mewujudkan impian Suroso untuk berhaji.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES