Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Dirawat di KKHI Madinah Menurun, Dehidrasi Tetap Jadi Masalah Utama

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:28 | 13.45k
Jemaah Haji Indonesia tiba di Bandara AMAA Madinah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Jemaah Haji Indonesia tiba di Bandara AMAA Madinah. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MADINAH – Jumlah jemaah haji Indonesia yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mengalami penurunan signifikan. 

Kepala KKHI Madinah, dr. Karmijono, menyampaikan pada Kamis (23/5/2024) bahwa jumlah jemaah yang dirawat berkurang dari 27 orang menjadi 15 orang. Penyebab utama perawatan adalah kelelahan yang memicu kambuhnya penyakit komorbid, serta kurangnya asupan cairan dan terlalu memaksakan diri beribadah di Masjid Nabawi.

Dehidrasi menjadi masalah utama yang memicu berbagai penyakit kronis pada jemaah haji. Banyak dari mereka sudah membawa penyakit sejak dari Tanah Air, dan kurangnya cairan memperburuk kondisi tersebut. Dr. Karmijono menekankan pentingnya menjaga hidrasi untuk mencegah kambuhnya penyakit.

“Karena dehidrasi, penyakit yang semula tidak pernah kambuh bisa kambuh,” ujarnya.

Untuk mencegah hal ini, dr. Karmijono menyarankan agar jemaah haji rutin mengonsumsi oralit. KKHI Madinah telah melakukan sosialisasi dan distribusi oralit dengan harapan dapat membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih sehat dan lancar.

KKHI Madinah memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan jemaah haji. Penurunan jumlah pasien yang dirawat menunjukkan upaya preventif yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Namun, dr. Karmijono tetap mengingatkan bahwa pencegahan melalui hidrasi yang cukup masih menjadi kunci utama.

“Jangan sampai kurang minum. Kami terus mengingatkan jemaah untuk rutin minum, terutama oralit, agar terhindar dari dehidrasi,” tambah dr. Karmijono.

Sosialisasi mengenai pentingnya hidrasi bukan hanya dilakukan di KKHI Madinah, tetapi juga di berbagai tempat penginapan jemaah. Petugas kesehatan memberikan edukasi tentang tanda-tanda dehidrasi dan cara pencegahannya.

“Kami berupaya memastikan semua jemaah memahami pentingnya minum cukup air dan mengonsumsi oralit. Ini adalah langkah sederhana namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit,” jelas dr. Karmijono

Selain itu, KKHI Madinah juga menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai untuk menangani kasus dehidrasi dan penyakit lainnya. Dengan adanya layanan kesehatan yang siap siaga, diharapkan jemaah haji dapat beribadah dengan lebih tenang dan fokus.

Peran KKHI Madinah dalam menjaga kesehatan jemaah haji tidak bisa dipandang sebelah mata. Penurunan jumlah pasien yang dirawat menunjukkan keberhasilan upaya preventif yang dilakukan. 

Namun, dehidrasi tetap menjadi ancaman utama yang harus diwaspadai. Melalui sosialisasi dan distribusi oralit, KKHI Madinah berharap semua jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih sehat dan lancar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES