Peristiwa Internasional

PBB Perkirakan 670 Orang Terkubur Akibat Tanah Longsor di Papua Nugini

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:29 | 20.42k
Tim darurat Papua Nugini saat mengevakuasi para korban tanah longsor di desa Kaokalam, Provinsi Enga. (FOTO A: The Independent)
Tim darurat Papua Nugini saat mengevakuasi para korban tanah longsor di desa Kaokalam, Provinsi Enga. (FOTO A: The Independent)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Diperkirakan lebih dari 670 orang meninggal dunia akibat tanah longsor yang sangat besar terjadi di desa Kaokalam, Provinsi Enga, sekitar 600 kilometer barat laut ibukota Papua Nugini, Port Moresby.

Semula diperkirakan 100 an orang terkubur hidup-hidup pada peristiwa yang terjadi pada hari Jumat pukul 03.00 dini hari itu 

Namun, seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada hari Minggu (26/5/2024) memperbaharui jumlah yang hilang menjadi 670 an orang.

Pekerja bantuan dan penduduk desa menghadapi kondisi berbahaya dalam upaya putus asa mencari korban yang selamat.

"Diperkirakan ada lebih dari 150 rumah yang kini terkubur,” kata pejabat badan migrasi PBB, Serhan Aktoprak seraya menambahkan bahwa 670 lebih orang diperkirakan terkubur hidup-hidup.

"Situasinya sangat buruk karena tanah masih longsor. Air mengalir dan ini menimbulkan risiko besar bagi semua orang yang terlibat,” tambah Aktoprak yang berbasis di Port Moresby.

Terpencilnya desa tersebut menjadi salah satu hambatan dalam upaya penyelamatan dan pemulihan.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong mengatakan Australia siap membantu upaya bantuan dan pemulihan.

Sedangkan Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape mengatakan, pihak berwenang terkait bekerja keras untuk mengatasi bencana ini.

Penny Wong mengatakan Australia siap membantu upaya pemulihan setelah tanah longsor besar melanda sebuah desa terpencil di Papua Nugini itu.

"Hilangnya nyawa dan kehancuran sangat menyedihkan. Sebagai teman dan mitra, Australia siap membantu upaya bantuan dan pemulihan," kata Senator Wong.

Menteri Luar Negeri Bayangan, Simon Birmingham menambahkan pihak oposisi akan memberikan dukungan penuh bipartisan terhadap upaya bantuan di PNG.

Warga disana semula memperkirakan jumlah korban tewas di atas 100 orang, meski pemerintah belum merilis angka resmi.

James Marape menyatakan simpatinya kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa dalam bencana tanah longsor," kata Marape.

Perdana Menteri mengaku belum mendapat informasi lengkap mengenai situasi ini, namun pihak berwenang terkait sedang  bekerja keras untuk mengatasi bencana tersebut.

“Kami mengirimkan pejabat bencana, Angkatan Pertahanan PNG, dan Departemen Pekerjaan dan Jalan Raya untuk bertemu dengan pejabat provinsi dan kabupaten di Enga dan juga memulai pekerjaan bantuan, pemulihan jenazah, dan rekonstruksi infrastruktur," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Enga mengatakan, pihaknya juga telah membentuk tim tanggap darurat untuk melakukan penilaian dampak cepat terhadap kerusakan tersebut. Mereka meminta fasilitas kesehatan setempat dan LSM untuk bersiaga membantu upaya pemulihan dan bantuan.

Presiden Asosiasi Wanita dalam Bisnis Porgera, Elizabeth Larume mengatakan, rumah-rumah rata dengan tanah ketika sisi gunung di dekatnya runtuh.

"Hal itu terjadi ketika masyarakat sedang tertidur pada dini hari dan seluruh desa sudah padam," kata Laruma.

"Dari apa yang saya duga, ada sekitar 100 lebih orang yang terkubur di bawah tanah," katanya.

Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut mengatakan, meskipun wilayah tersebut tidak padat penduduk, kekhawatiran kami adalah jumlah korban meninggal dunia  bisa sangat banyak.

“Akses jalan raya di dekat Desa Yambali terhambat, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk dibersihkan. Hal ini menjadi penghambat upaya penilaian dan pemberian bantuan.”

Desa Kaokalam, Provinsi Enga, Papua Nugini yang terletak di lereng bukit itu nyaris hancur total setelah tanah longsor melanda desa itu pada Jumat dini hari, mengubur sejumlah rumah dan orang-orang yang tidur di dalamnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES