Peristiwa Internasional

87.673 Jemaah Haji Indonesia Gelombang Pertama Belum Pernah Haji

Minggu, 26 Mei 2024 - 21:32 | 15.84k
Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kedatangan kelompok terbang (kloter) 42 Embarkasi Solo (SOC-42) di Madinah pada 24 Mei 2024 menandai berakhirnya fase keberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang pertama sekaligus dimulainya fase keberangkatan jemaah haji gelombang kedua.

Gelombang kedua ini akan diberangkatkan dari embarkasi di Tanah Air menuju King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) hingga 10 Juni 2024 mendatang.

Menurut data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), sebanyak 88.987 jemaah haji gelombang pertama telah tiba di Tanah Suci. Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, menyampaikan bahwa profil jemaah gelombang pertama didominasi oleh perempuan, dengan jumlah 49.210 orang (55,3%), sementara jemaah laki-laki berjumlah 39.777 orang (44,7%).

"Mayoritas jemaah tersebut adalah mereka yang belum pernah berhaji, sebanyak 87.673 orang (98,52%). Tahun ini merupakan kali pertama mereka berhaji, sementara jemaah yang telah berhaji hanya 1,48% atau 1.314 orang," ungkap Widi dalam keterangan resminya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (26/05/2024).

Widi menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan proporsi petugas perempuan yang cukup banyak tahun ini, sebagai bentuk afirmasi dan perlindungan jemaah, terutama karena dominasi jemaah perempuan.

Haji Ramah Lansia 1445H

Untuk mewujudkan Haji Ramah Lansia 1445 H/2024 M, Kementerian Agama telah melakukan berbagai upaya, antara lain:

1. Menetapkan istithaah kesehatan sebagai syarat pelunasan.

2. Menyediakan petugas layanan lansia dan disabilitas (PKP3JH).

3. Memberikan bimbingan berbasis kurikulum manasik haji lansia.

4. Menyusun kloter dengan mempertimbangkan komposisi jemaah lansia dan non-lansia.

5. Menempatkan jemaah lansia pada kursi bisnis pesawat dan kursi yang memudahkan evakuasi.

6. Mempercepat seremoni pelepasan maupun penyambutan jemaah (maksimal 30 menit).

7. Menyediakan layanan asrama haji ramah lansia, seperti alat bantu berjalan, dokter geriatri, psikiater, kamar khusus lansia di lantai bawah, kendaraan khusus, dan menu khusus lansia.

8. Menyediakan layanan di Arab Saudi, seperti bus khusus dengan low deck, kamar dan hotel khusus lansia, menu khusus, alat bantu berjalan, visitasi khusus lansia, dan dokter geriatri.

9. Menyediakan layanan safari wukuf khusus bagi lansia dan disabilitas.

10. Menawarkan layanan tanazul atau pulang dini bagi jemaah haji lansia.

Di tengah suhu panas ekstrem di Tanah Suci, PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah untuk selalu melengkapi diri dengan alat pelindung diri seperti payung atau topi lebar saat bepergian ke Masjidil Haram atau ke luar hotel. 

"Selalu membawa paspor dan dokumen penting lainnya, serta kantong sandal saat ibadah di masjid. Jangan meletakkan sandal sembarangan atau menitipkan sandal kepada jemaah lain untuk menghindari kehilangan dan kebingungan jika terpisah dari kelompoknya," kata Widi. 

Ia juga mengingatkan jemaah untuk selalu mengenakan identitas pengenal berupa gelang dan smart card, serta tidak sungkan meminta bantuan petugas yang ada di area Masjidil Haram dan terminal.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES