Peristiwa Internasional

Di World Water Forum Ke-10, Menteri PUPR RI Ajak JICA Perkuat Kerjasama Teknologi Sabo Dam

Senin, 27 Mei 2024 - 12:46 | 14.48k
Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono saat saat melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi di sela-sela acara World Water Forum Ke-10 di Bali, Rabu (22/5/2024). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)
Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono saat saat melakukan pertemuan bilateral dengan Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi di sela-sela acara World Water Forum Ke-10 di Bali, Rabu (22/5/2024). (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESINDONESIA, BALIMenteri PUPR RI Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) mengajak Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk terus memperkuat kerjasama di bidang teknologi pembangunan Sabo Dam. Pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam bertujuan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir lahar dari Gunung Marapi.

Menteri PUPR RI mengatakan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (21/5/2024) menyampaikan bahwa dibutuhkan 56 Sabo Dam untuk mengurangi risiko banjir lahar dingin dan material dari Gunung Marapi, Sumatera Barat. 

Basuki-Hadimuljono-7.jpg

"Kebutuhan sabo Dam sekarang tidak hanya di Gunung Semeru atau Gunung Merapi di Pulau Jawa, tetapi juga Gunung di Sumatera Barat. Karena itu, saya usul kepada JICA untuk membantu kerjasama pembangunan Sabo Dam di Sumatera Barat," kata Menteri PUPR RI saat pertemuan bilateral dengan Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi di sela-sela acara World Water Forum Ke-10 di Bali, Rabu (22/5/2024). 

Dukungan JICA untuk pembangunan Sabo Dam di Sumatera Barat tersebut, menurut Menteri PUPR RI berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo. Setidaknya pada tahun ini dibangun 6 Sabo Dam di titik-titik rawan bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi Sumatera Barat. 

"Keberadaan Sabo Dam di Indonesia saat ini sudah sangat krusial. Saya berharap kerjasama teknologi Sabo Dam dengan JICA termasuk juga untuk Sumatera Barat," kata Menteri PUPR RI. 

Menteri PUPR RI menyampaikan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan JICA sudah terjalin cukup lama dan diharapkan semakin kuat dan terus berlanjut, khususnya di bidang infrastruktur Sabo Dam. Dikatakan Menteri Basuki, sejak tahun 1970 tercatat lebih dari 300 pakar teknologi Sabo dari Jepang dikirim ke Indonesia untuk membangun Sabo. 

"Lewat kerja sama ini, Indonesia juga telah mengirim lebih dari 100 orang insinyur untuk mempelajari teknologi Sabo di Jepang," kata Menteri PUPR RI. 

Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi mengatakan pentingnya Sabo Dam untuk mengurangi risiko banjir dari wilayah hulu gunung berapi juga sudah disampaikan dalam diskusi Bandung Spirit di World Water Forum Bali. Selanjutnya hasil dari pertemuan bilateral tersebut akan ditindaklanjuti oleh JICA dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI. 

Pada pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia dengan Chief Representative JICA Takehiro Yasui tentang penguatan Sabo Technical Center. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES