Peristiwa Internasional Info Haji 2024

PPIH Arab Saudi Matangkan Strategi Safari Wujud Jemaah Lansia Non Mandiri

Kamis, 30 Mei 2024 - 09:27 | 11.93k
PPIH Arab Saudi mematangkan safari Wukuf lansia. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
PPIH Arab Saudi mematangkan safari Wukuf lansia. (Foto: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengadakan rapat penting untuk mengoptimalkan skema pelaksanaan Safari Wukuf bagi jemaah lansia non mandiri. Safari Wukuf, yang merupakan rukun haji vital, difokuskan pada jemaah haji Indonesia yang tidak dapat melaksanakan wukuf sendiri karena kondisi kesehatan atau usia lanjut.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, menyatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk memperbaiki pelaksanaan Safari Wukuf tahun lalu.

"Evaluasi dari tahun lalu sangat penting untuk meningkatkan layanan tahun ini," ujarnya.

Rapat hybrid ini diadakan di Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah dan diikuti oleh berbagai pejabat terkait, termasuk Ketua PPIH Arab Saudi Nasrullah Jasam dan Kepala Bidang Lansia dan Disabilitas Slamet ST.

Safari Wukuf untuk jemaah lansia non mandiri diselenggarakan oleh Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas.

Selain itu, ada juga Safari Wukuf untuk jemaah sakit yang dikelola oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Tahun ini, PPIH akan menyiapkan satu hotel transit khusus untuk jemaah lansia non mandiri, yang akan memudahkan pengawasan dan pelayanan.

Hotel transit bagi jemaah Safari Wukuf Lansia Non Mandiri akan disiapkan dari 7 hingga 15 Zulhijjah 1445 H. Proses evakuasi jemaah dari sektor pemondokan ke hotel akan dimulai pada 7 Zulhijjah. Pada 9 Zulhijjah siang, jemaah akan dibawa ke Arafah untuk wukuf singkat sebelum kembali ke hotel transit.

Nasrullah Jasam menyatakan bahwa tim bimbingan ibadah akan memantau pelaksanaan manasik jemaah lansia.

Selain itu, layanan transportasi dan katering khusus juga telah disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan kebutuhan gizi jemaah lansia terpenuhi selama Safari Wukuf.

Kepala Bidang Layanan Lansia dan Disabilitas, Slamet ST, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengalokasikan layanan Safari Wukuf untuk 300 jemaah lansia.

"Kami akan menyediakan 10 tenaga medis, 10 petugas bimbingan ibadah, dan 36 petugas khusus untuk layanan lansia dan disabilitas," ungkapnya.

Pendataan awal dan pengecekan kesehatan akan dilakukan sejak 1 Zulhijjah untuk memastikan kesiapan jemaah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Liliek Marhaendro, menyambut baik inisiatif pendataan dan pengecekan kesehatan sejak dini. KKHI akan melakukan Medical Check Up (MCU) untuk menentukan kelayakan jemaah dalam mengikuti Safari Wukuf.

"Proses MCU ini sangat penting untuk memastikan jemaah yang mengikuti Safari Wukuf benar-benar dalam kondisi yang layak," jelas Liliek.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan pelaksanaan Safari Wukuf bagi jemaah lansia non mandiri tahun ini akan berjalan lebih lancar dan nyaman.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES